Ingrid Honkala Ungkap Pengalaman Mati Suri yang Menginspirasi Karier Sainsnya

Ingrid Honkala menceritakan pengalaman mati suri yang dialaminya sebanyak tiga kali dan perannya dalam menyelaraskan sains dengan spiritualitas.

Mantan ilmuwan NASA, Ingrid Honkala, membagikan rincian pengalamannya mengalami kondisi mati suri sebanyak tiga kali yang terjadi dalam kurun waktu puluhan tahun, sebagaimana dilaporkan oleh Detik iNET pada Rabu (6/5/2026).

Peristiwa pertama dialami Honkala saat ia masih berusia dua tahun di Bogota, Kolombia, ketika ia tenggelam dalam tangki air sedingin es akibat kelalaian pengawasan. Kejadian kedua terjadi setelah kecelakaan motor pada usia 25 tahun, dan insiden terakhir berlangsung saat ia berusia 52 tahun akibat penurunan tekanan darah drastis dalam prosedur operasi.

Dilansir dari Detik iNET, Honkala menjelaskan bahwa setiap kali ia berada di ambang kematian, rasa panik dan takut segera menghilang dan digantikan oleh ketenangan yang luar biasa. Ia mengeklaim kesadarannya seolah terpisah dari tubuh fisik dan memasuki sebuah medan cahaya yang tidak mengenal waktu.

"Rasanya seperti memasuki lapisan realitas lebih dalam, yang ada di luar indra fisik kita," ujar Ingrid Honkala, yang juga merupakan pemegang gelar PhD Ilmu Kelautan. Honkala mengenang bagaimana ia mampu melihat tubuhnya sendiri mengambang di air dari perspektif luar saat insiden masa kecilnya tersebut.

Honkala mengeklaim bahwa selama masa kritis di tangki air tersebut, ia berkomunikasi melalui kesadaran dengan ibunya yang saat itu sedang berada di luar rumah. Sinyal metafisik tersebut diduga mendorong sang ibu untuk segera kembali dan memberikan pertolongan tepat waktu, yang kemudian dikonfirmasi memiliki kesamaan ingatan antara ibu dan anak.

Pengalaman spiritual ini justru memotivasi Honkala untuk menekuni bidang sains secara profesional, termasuk bekerja untuk Angkatan Laut Amerika Serikat. Ia berpendapat bahwa sains dan spiritualitas bukanlah dua hal yang bertentangan, melainkan metode yang berbeda dalam mengeksplorasi misteri yang sama.

Meskipun Honkala bersikeras pengalamannya nyata, para peneliti berpendapat bahwa penglihatan saat mati suri sering kali merupakan hasil mekanisme pertahanan diri otak atau halusinasi saat menghadapi kematian. Hingga saat ini, fenomena mati suri tetap menjadi topik perdebatan antara pendekatan medis konvensional dan kesaksian subjektif individu.

Recommended