Penyaluran 124 ribu unit papan digital interaktif atau Interactive Flat Panel (IFP) oleh pemerintah sepanjang tahun 2025 diharapkan dapat meningkatkan motivasi belajar siswa di seluruh Indonesia.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) mengungkapkan bahwa IFP dapat memotivasi siswa untuk belajar lebih giat. Bahkan, siswa di Papua sampai meminta tambahan jam belajar setelah sekolah menerima IFP.
"IFP itu mendorong untuk anak-anak bisa belajar lebih termotivasi," kata Mu'ti saat ditemui di Jakarta, dikutip Senin 9 Maret 2026.
Sekjen Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Suharti menambahkan, anggaran IFP akan ditambah pada tahun 2026. Hal ini disampaikan dalam acara Dialog Kebijakan Kemendikdasmen di Tangerang Selatan, Minggu 2 Maret 2026.
Anggaran IFP pada tahun 2025 sebesar Rp 33,5 triliun, kemudian meningkat menjadi Rp 64 triliun pada tahun 2026.
Mendikdasmen Abdul Mu'ti menyatakan, program digitalisasi pendidikan akan terus berjalan, termasuk pada tahun anggaran 2026. Targetnya, 288.000 satuan pendidikan menjadi sasaran digitalisasi pendidikan tahun ini.
"Target sasaran satuan pendidikan untuk digitalisasi pendidikan pada tahun anggaran 2026 sebanyak 288 ribu satuan pendidikan," jelasnya dalam Rapat Koordinasi Kepala Daerah tentang Revitalisasi Satuan Pendidikan dan Digitalisasi Pembelajaran Tahun Anggaran 2026 di ICE BSD, Kamis 13 November 2025.
Program digitalisasi mencakup penyediaan panel interaktif (interactive flat panel), pengadaan laptop, pelatihan guru, dan pengembangan bahan ajar digital.
“Ini satu kesatuan agar perangkat yang disediakan benar-benar dapat digunakan secara optimal untuk meningkatkan kualitas pembelajaran,” kata Mu’ti.
Mulai 2026, setiap sekolah akan menerima peningkatan fasilitas digital. Arahan ini sesuai dengan Presiden RI Prabowo Subianto. Jika sebelumnya satu sekolah menerima satu IFP, maka tahun depan akan dikirimkan tiga IFP untuk setiap satuan pendidikan.
Program revitalisasi sekolah juga terus berlanjut, sebagai upaya pemerintah menyediakan sarana dan prasarana pembelajaran yang lebih layak. Anggaran revitalisasi sekolah mengalami penurunan dari Rp 16,9 triliun pada 2025 menjadi Rp 14 triliun pada 2026.
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menekankan pentingnya efisiensi, pengawasan, dan transparansi. Mu’ti meminta setiap daerah memprioritaskan sekolah yang kondisinya sangat tidak layak untuk mendapatkan bantuan revitalisasi.
“Kami mohon dukungan untuk pengawasan dan pelaksanaannya, sehingga dana yang dihimpun dari masyarakat dan APBN digunakan dengan sebaik-baiknya. Tidak ada kebocoran, tidak ada penyalahgunaan,” kata Mu’ti.
Interactive Flat Panel (IFP) adalah teknologi pembelajaran interaktif yang digunakan untuk menulis, menggambar, berkolaborasi, serta terintegrasi dengan LMS dan sumber belajar digital. IFP dibuat khusus untuk proses belajar lebih seru, mudah, dan menyenangkan bagi guru maupun siswa. (Sumber: Instagram @ditsmp.kemendikdasmen)
IFP merupakan perangkat layar sentuh modern yang menggabungkan fungsi monitor, komputer, papan tulis digital, dan proyektor dalam satu unit all-in-one. Guru dan siswa dapat berinteraksi langsung melalui konten di layar. (Sumber: Instagram @bpmp.kalsel)
Guru dan murid dapat menulis, menggambar, memberi anotasi instan, hingga berbagi layar tanpa kabel. Kolaborasi juga bisa dilakukan secara real-time di ruang kelas.
Langkah Penerimaan Papan IFP
Berikut langkah-langkah penerimaan papan IFP di sekolah:
- Membentuk tim penerima IFP (Kepala Sekolah hingga Perwakilan Guru).
- Verifikasi surat jalan dan penerimaan barang.
- Tim ekspedisi menghubungi kepala sekolah untuk memastikan jadwal pengiriman IFP dan kelengkapannya.
- Siapkan ruang kelas.
- Siapkan alat foto dan video untuk dokumentasi penerimaan IFP.
- Tempatkan IFP di ruang kelas yang disediakan.
- Kotak perangkat dan kelengkapan IFP tidak dibuka sebelum teknisi datang.
- Pengecekan unit dilakukan oleh teknisi.
- Cek kondisi unit IFP, jumlah unit, merek, tipe dan nomor seri IFP.
- Pemasangan IFP oleh teknisi.
- Ikuti proses uji fungsi IFP.
- Pastikan perangkat layar menyala.
- Pastikan layar sentuh berfungsi.
- Penyedia IFP memberikan petunjuk penggunaan hingga perawatan IFP.
- Kepala Sekolah dan penyedia menandatangani Berita Acara Pemeriksaan dan Penerimaan (BAPP).
- BAPP discan dengan jelas.
- Scan BAPP, foto perakitan, foto petunjuk penggunaan, foto hasil akhir pemasangan diunggah ke aplikasi penerima IFP yang disediakan.
- Simpan dokumen fisik BAPP di arsip sekolah.
- Hasil scan juga disimpan di perangkat lokal dan cloud sebagai data cadangan.
Perbedaan IFP dengan Smart TV
Berikut adalah perbedaan utama antara IFP dan Smart TV:
| Fitur | Smart TV | IFP |
|---|---|---|
| Tujuan Utama | Hiburan, konsumsi konten (streaming TV, video) | Pembelajaran & kolaborasi interaktif di kelas/rapat |
| Interaksi | Menggunakan remote control atau ponsel pintar | Fitur layar sentuh, pena digital, multi-point, guru/murid bisa menulis, menggambar, bahkan banyak orang sekaligus berinteraksi |
| Penggunaan Internet | Offline: Tampilkan file/video dari USB/laptop, tapi pasif. Online: Akses aplikasi streaming. | Offline: Papan tulis digital (menulis, menggambar, simpan catatan ke USB). Online: Tambah fitur (cloud, LMS, kolaborasi real-time, update software). |
| Aplikasi | Terbatas pada aplikasi hiburan dan bawaan pabrik | Mendukung aplikasi pembelajaran, whiteboard digital, voting/kuis interaktif, perekaman pelajaran. Super Aplikasi dari Rumah Pendidikan |
| Kualitas Audio/Video | Gambar & suara dioptimalkan untuk hiburan rumah | Layar anti-silau, sudut pandang lebar, speaker cukup keras untuk ruangan kelas |