Penggunaan media sosial sering diperdebatkan pengaruhnya terhadap kesehatan mental. Penelitian terbaru dari Princeton University dan Saiful Mujani Research & Consulting (SMRC) menunjukkan indikasi bahwa media sosial berdampak negatif.
Hasil studi tersebut mengungkapkan bahwa penghentian penggunaan media sosial berkorelasi dengan pemulihan kesehatan mental.
Nicholas Kuipers, peneliti dari Princeton University, menjelaskan bahwa "Penonaktifan media sosial meningkatkan kesehatan mental secara substansial, terutama pada mereka yang berhenti menggunakan media sosial bersama seluruh anggota rumah tangga," seperti yang tertulis dalam keterangan tertulis pada Senin (16/3/2026).
Deni Irvani, Direktur Eksekutif SMRC, memaparkan bahwa studi ini menggunakan metode eksperimental terhadap pengguna media sosial di 30 ibukota provinsi di Indonesia. Sebanyak 1502 responden dipilih secara acak melalui metode stratified multistage random sampling dan diwawancarai secara online sebanyak dua kali sebagai panel.
"Wawancara pertama dilakukan ketika responden dalam keadaan biasa beraktivitas dengan medsos mereka," jelas Deni.
Para responden kemudian dibagi menjadi tiga kelompok secara acak. Kelompok pertama (T1) diminta untuk menghentikan penggunaan media sosial setelah wawancara pertama hingga wawancara kedua. Kelompok kedua (T2) diminta untuk menghentikan penggunaan media sosial bersama seluruh anggota rumah tangga setelah wawancara pertama hingga wawancara kedua. Kelompok ketiga adalah kelompok kontrol yang tetap dipersilakan menggunakan media sosial seperti biasa sejak wawancara pertama hingga wawancara kedua.
Jeda waktu antara wawancara pertama dan kedua adalah satu bulan. Wawancara pertama dilakukan pada 17 November-15 Desember 2025, sedangkan wawancara kedua dilakukan pada 16 Desember-14 Januari 2026. Penelitian ini didanai oleh Princeton University.
Variabel studi meliputi afeksi, kepuasan hidup, rasa cemas, depresi, dan kualitas tidur. Hasilnya menunjukkan bahwa kesehatan mental kelompok T1 dan T2 secara umum lebih baik dibandingkan kelompok kontrol setelah periode treatmen selama satu bulan.