PSBS Biak Belum Bangkit, Kembali Kalah di BRI Super League

PSBS Biak masih terpuruk di zona degradasi BRI Super League 2025/2026 usai dipermalukan Semen Padang 0-2.

PSBS Biak masih kesulitan untuk keluar dari tren negatif di BRI Super League 2025/2026. Teranyar, mereka dikalahkan Semen Padang dengan skor 0-2 di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Senin (9/3/2026).

Kekalahan ini semakin membenamkan PSBS di zona degradasi, tepatnya di posisi ke-17 dengan hanya mengumpulkan 18 poin. Mereka belum meraih satu pun kemenangan di putaran kedua musim ini.

Hasil negatif ini juga menjadi laga keempat bagi Marian Mihail sejak ditunjuk sebagai pelatih kepala PSBS pada Februari lalu. Dari empat pertandingan, ia baru mempersembahkan satu hasil imbang dan tiga kekalahan.

Marian Mihail mengakui bahwa timnya sudah mempersiapkan diri dengan baik untuk pertandingan melawan Semen Padang, tetapi hasil akhir tidak sesuai harapan. Ia menyoroti gaya bermain lawan yang dinilai mirip dengan PSBS.

"Tapi masalahnya bukan menang di kandang atau tidak, karena bagi kami main di sini atau di luar itu hampir sama karena kami tidak ada suporter (di stadion)," ujar pelatih berusia 67 tahun tersebut.

Mihail menambahkan, Semen Padang mengandalkan mentalitas dan serangan balik, serta mencetak dua gol dari situasi bola mati. Hal ini berbeda dengan Kediri dan PSIM yang menguasai bola dengan baik dan memiliki permainan kolektif yang bagus.

Lebih lanjut, mantan pelatih PSS Sleman itu menyinggung keterbatasan waktu latihan selama bulan Ramadan sebagai salah satu kendala utama yang memengaruhi performa tim. Faktor cuaca juga turut menjadi penyebab sesi latihan tim tidak bisa berjalan maksimal.

"Kami sudah mempersiapkan itu semua tapi sayangnya karena bulan Ramadan dan hujan kami hanya bisa berlatih sekitar 45-50 menit setiap hari atau bahkan kurang," ungkap Mihail.

Sementara itu, Heri Susanto, pemain sayap PSBS Biak, menegaskan bahwa timnya tidak terlalu mempermasalahkan status laga kandang atau tandang. Menurutnya, yang terpenting saat ini adalah mengumpulkan poin untuk memperbaiki posisi di klasemen.

"Saya menanggapi juga sama seperti statement pelatih, bahwa kami tidak melihat ini di kandang atau tandang. Semua tahu kami butuh poin. Mungkin mau di kandang ataupun tandang sama saja untuk kami saat ini," ucapnya.

PSBS memiliki waktu untuk melakukan evaluasi setelah pertandingan ini. BRI Super League akan memasuki jeda karena Hari Raya Idul Fitri dan dijadwalkan kembali bergulir mulai 3 April mendatang.

"Jadi kami masih ada waktu, apalagi ini ada jeda beberapa Minggu ke depan untuk evaluasi. Dari situ mungkin kami punya waktu untuk memperbaiki semuanya," tutup Heri.

Recommended