Manajemen Formula 1 tengah mempertimbangkan revisi besar kalender musim 2026 untuk menyisipkan kembali Grand Prix Arab Saudi pada Desember mendatang. Langkah ini diambil menyusul pembatalan jadwal awal di Timur Tengah pada April 2026 akibat ketegangan keamanan di kawasan tersebut.
Dilansir dari Bola, mantan pembalap Formula 1 Robert Doornbos menyatakan bahwa balapan di Jeddah berpeluang besar digelar kembali pada akhir musim. Pembatalan sebelumnya menyebabkan kekosongan jadwal selama lima pekan antara balapan di Jepang dan Miami.
Skenario yang berkembang saat ini adalah menempatkan Grand Prix Arab Saudi pada 6 Desember 2026. Hal tersebut berdampak pada pengunduran jadwal balapan penutup musim di Abu Dhabi menjadi 13 Desember 2026 untuk mengakomodasi perubahan ini.
"Saya mendengar sesuatu yang berbeda. Jeddah masih bisa kembali masuk kalender tahun ini," kata Robert Doornbos, Mantan Pembalap Formula 1 kepada Ziggo Sport. Ia menekankan pentingnya seri Jeddah bagi mitra utama olahraga tersebut.
Jika rencana ini disahkan, para pembalap akan menghadapi jadwal padat di akhir musim dengan empat balapan berturut-turut. Rangkaian penutup tersebut akan meliputi seri Las Vegas, Qatar, Jeddah, hingga berakhir di Abu Dhabi.
Pihak penyelenggara harus bernegosiasi dengan pengelola sirkuit Abu Dhabi karena adanya kontrak khusus sebagai tuan rumah seri terakhir. Penyesuaian ini diperlukan agar status Abu Dhabi sebagai balapan penutup tetap terjaga meski tanggal pelaksanaan bergeser.
Sebelumnya, Formula 1 telah mengonfirmasi pada Maret 2026 bahwa Grand Prix Bahrain dan Arab Saudi tidak dapat dilangsungkan sesuai jadwal awal. Evaluasi menyeluruh terhadap situasi regional menjadi dasar utama keputusan otoritas balap mobil internasional tersebut.