Kementerian Pertahanan Amerika Serikat resmi meluncurkan situs web baru yang memuat 161 dokumen dan hampir 30 video terkait fenomena anomali tak dikenal (UAP) pada Minggu, 9 Mei 2026. Langkah transparansi informasi ini mencakup kumpulan data asli dari berbagai lembaga pemerintah federal.
Situs dengan alamat war.gov/ufo tersebut menyajikan arsip berupa foto, video, dan laporan resmi yang telah melewati proses tinjauan keamanan. Meski telah dipublikasikan, otoritas pertahanan menyatakan bahwa mayoritas data tersebut belum dianalisis secara mendalam untuk menjelaskan fenomena di dalamnya.
Perilisan arsip ini merupakan tindak lanjut dari instruksi Presiden AS Donald Trump pada Februari 2026 lalu. Donald Trump memerintahkan jajaran pemerintahannya untuk mengidentifikasi sekaligus membagikan informasi mengenai penampakan UAP dan UFO kepada publik secara bertahap, sebagaimana dilansir dari Detik iNET.
Salah satu bukti visual yang menonjol adalah rekaman video berdurasi lima detik yang diambil oleh U.S. Central Command di Suriah pada Oktober 2024. Kamera full-motion video (FMV) menangkap objek yang dideskripsikan sebagai bola cahaya putih dengan bentuk tidak beraturan di wilayah konflik tersebut.
"Laporan misi yang menyertainya, DoW-UAP-D32, menggambarkan UAP tersebut sebagai bola cahaya berwarna putih yang tidak beraturan dan berbentuk aneh, dan melaporkan adanya efek silau/halo yang muncul di atas feed FMV," tulis Pentagon dalam deskripsi video tersebut.
Laporan lainnya berasal dari U.S. Indo Pacific Command yang merekam objek menggunakan sensor inframerah di fasilitas militer rahasia pada tahun 2024. Objek tersebut tampak berbentuk bola dengan tiga proyeksi radial, di mana satu bagian mengarah vertikal dan dua lainnya membentuk sudut 44 derajat.
Pihak Pentagon menegaskan bahwa deskripsi dalam situs tersebut bukan merupakan hasil akhir investigasi atau penentuan faktual. Publik diimbau untuk tidak serta-merta menyimpulkan keberadaan entitas asing atau alien dari data-data yang dipaparkan tersebut.
Sejumlah pakar menekankan bahwa fenomena tidak dikenal tersebut seringkali memiliki penjelasan teknis yang logis. Penjelasan tersebut mencakup penggunaan teknologi drone canggih milik pihak lain hingga gangguan teknis pada perangkat lunak sensor militer.