Vinicius Junior akhirnya buka suara terkait tekanan yang ia rasakan di Real Madrid. Setelah kemenangan 6-1 atas AS Monaco di Liga Champions, pemain sayap itu mencurahkan emosinya.
Meskipun kemenangan tersebut seharusnya menjadi perayaan bagi Real Madrid, Vinicius justru memanfaatkan momen itu untuk mengungkapkan perasaannya terkait cemoohan yang ia terima dari sebagian suporter.
Penurunan performa tim membuat Vinicius menjadi sasaran kritik. Pemain asal Brasil itu mengakui bahwa reaksi dari tribun Bernabeu sangat menyakitkan, terutama karena terjadi di stadion yang ia anggap sebagai rumahnya.
Di tengah isu pergantian pelatih dan spekulasi masa depan, Vinicius menegaskan dirinya tetap tenang dan fokus pada kontribusinya di lapangan.
Penampilan gemilang melawan Monaco menjadi jawaban dari Vinicius, membuktikan bahwa ia masih menjadi pemain kunci Real Madrid.
Usai pertandingan, Vinicius mengakui bahwa tekanan bermain untuk klub sebesar Real Madrid tidak pernah mudah, baik secara teknis maupun mental. "Bermain untuk klub terbesar di dunia itu sangat rumit. Tuntutannya luar biasa tinggi," tutur Vinicius.
Vinicius juga menegaskan bahwa dirinya tetap manusia biasa. "Saya juga manusia. Saya tidak ingin dicemooh di rumah saya sendiri, tempat di mana saya merasa sangat nyaman," ucapnya.
Ia mengungkapkan bahwa dalam beberapa laga terakhir, atmosfer di Bernabeu membuatnya kehilangan rasa percaya diri. "Dalam beberapa pertandingan terakhir, saya tidak merasa nyaman. Setiap kali saya melakukan kesalahan, saya langsung dicemooh," lanjutnya.
Vinicius mengakui situasi tersebut terasa “sangat rumit” baginya, sembari menyadari bahwa para penggemar membayar mahal untuk menyaksikan pertandingan dan berhak menuntut yang terbaik.
Bantah Terlibat Drama Pergantian Pelatih
Selain soal suporter, Vinicius juga meluruskan berbagai spekulasi terkait situasi internal klub, khususnya pergantian pelatih yang menyeret nama Xabi Alonso. Ia membantah keras tudingan bahwa dirinya memiliki peran dalam kepergian sang pelatih.
“Saya selalu berada di tengah-tengah semua hal, dan saya tidak ingin berada di sana untuk urusan di luar lapangan,” tegas Vinicius.
“Saya ingin berada di sana untuk apa yang telah saya lakukan untuk klub ini,” lanjutnya.
Vinicius juga menyerukan persatuan di tubuh Real Madrid, terutama setelah kegagalan di Copa del Rey dan kekalahan di final Piala Super Spanyol.
“Di dalam rumah sendiri, kami butuh dukungan fans agar semuanya kembali normal. Kalau kita bersama, musim ini akan berjalan lebih baik,” ujarnya.
Panggung Liga Champions Jadi Ajang Pembuktian
Tekanan yang dialaminya terbayar lunas di lapangan. Vinicius menjadi motor utama dalam kemenangan besar atas Monaco, dengan mencatatkan tiga assist sebelum akhirnya mencetak golnya sendiri.
Gol tersebut ia sebut sebagai momen pelepasan setelah melalui periode yang penuh tekanan. "Itu momen yang sangat indah. Saya sudah memberi banyak assist dan semua orang bilang saya harus mencetak gol," ungkap Vinicius.
Ia juga memuji pergerakan tim yang cair, terutama kemudahan berkolaborasi dengan Kylian Mbappe.
“Kami masuk dengan fokus tinggi, mengalirkan bola dari sisi ke sisi. Dengan cara itu saya bisa sering menyentuh bola, dan itu yang terbaik untuk saya,” jelasnya.
Soal Kontrak, Vinicius Pilih Tenang
Menutup wawancara, Vinicius menanggapi spekulasi mengenai masa depannya di Real Madrid. Dengan kontraknya yang tersisa sedikit lebih dari satu tahun, ia menegaskan tidak ada kepanikan.
“Saya masih punya satu tahun lagi dalam kontrak saya,” ujarnya.
“Saya percaya kepada presiden, dia percaya kepada saya, dan tidak ada yang perlu diburu-buru,” lanjut Vinicius.
Ia menegaskan keinginannya bertahan lama di Santiago Bernabeu, dengan satu tujuan sederhana: “Saya ingin bermain dengan bahagia dan mencetak gol,” katanya, sembari menatap peluang membawa Real Madrid kembali meraih trofi.