Sistem Rem ABS Bermasalah Picu Risiko Kecelakaan Kendaraan di Jalan

Gangguan pada sistem rem ABS seperti indikator menyala dan roda mengunci meningkatkan risiko kecelakaan fatal bagi pengendara mobil maupun motor.

Kegagalan fungsi sistem pengereman Anti-lock Braking System (ABS) pada kendaraan roda dua dan roda empat dilaporkan menjadi ancaman keselamatan serius bagi para pengendara di Jakarta pada Senin, 27 April 2026. Masalah teknis ini sering kali ditandai dengan lampu indikator yang terus menyala pada panel instrumen serta gejala rem yang bergetar saat dioperasikan.

Kondisi pengereman yang tidak pakem atau roda yang mengunci secara mendadak saat pedal ditekan menjadi dampak langsung dari malfungsi sistem ini. Sebagaimana dilansir dari Medcom, gangguan tersebut sangat membahayakan nyawa pengemudi maupun pengguna jalan lain karena hilangnya kendali traksi saat pengereman darurat dilakukan.

Penyebab utama kerusakan sistem ABS umumnya dipicu oleh kotornya sensor yang terletak di area roda akibat tumpukan lumpur atau serpihan logam. Selain itu, kabel sensor yang putus akibat benturan atau gigitan hewan pengerat menyebabkan data kecepatan roda tidak terkirim secara akurat ke unit kontrol elektronik (ECU).

Penurunan kualitas serta volume minyak rem yang jarang diganti juga menjadi faktor pemicu kegagalan unit hidrolik ABS. Pengendara disarankan untuk rutin memeriksa tabung reservoir minyak rem yang terletak di bawah kap mesin untuk mobil atau di bagian setang untuk sepeda motor.

Kerusakan pada modul kontrol ABS atau unit hidrolik internal menjadi kendala teknis yang paling kompleks untuk ditangani secara mandiri. Pengecekan mendalam oleh teknisi ahli di bengkel resmi sangat disarankan untuk memastikan sinkronisasi antara modul pengereman dengan tekanan pedal kembali normal.

Kondisi ban yang sudah aus atau botak turut memengaruhi kinerja sensor dalam membaca traksi permukaan jalan secara optimal. Sensor ECU hanya akan memberikan instruksi yang tepat kepada modul pengereman apabila kondisi tapak ban masih dalam batas pemakaian yang wajar.

Suhu panas yang berlebihan pada komponen pengereman akibat frekuensi pengereman mendadak yang terlalu sering juga dapat memicu malfungsi sistem. Pengendara dihimbau untuk melakukan pengereman secara moderat dan menyesuaikan kecepatan dengan kondisi lalu lintas guna menjaga suhu komponen tetap stabil.

Recommended