Pemain Naturalisasi Indonesia Tunjukkan Performa Beragam di Liga 1

Evaluasi performa pemain naturalisasi Timnas Indonesia di BRI Super League hingga pekan terakhir musim 2025/2026 berdasarkan data statistik pertandingan.

Sejumlah pemain naturalisasi Timnas Indonesia mencatatkan rapor performa yang bervariasi pada pekan-pekan krusial kompetisi BRI Super League 2025/2026 yang berlangsung hingga Selasa (5/5/2026). Persaingan gelar juara yang melibatkan Persib Bandung, Borneo FC, dan Persija Jakarta turut menonjolkan peran vital beberapa penggawa skuad Garuda di klub masing-masing.

Data yang dilansir dari Bola menunjukkan Thom Haye menjadi salah satu pemain paling konsisten dengan peran krusial di lini tengah Persib Bandung. Haye tercatat telah mengumpulkan 25 penampilan dengan torehan empat gol dan tiga assist, yang membantu timnya memuncaki klasemen sementara musim ini.

Selain Haye, Eliano Reijnders juga menunjukkan adaptasi cepat bersama Persib melalui 25 laga dan tiga assist, dengan hanya absen bermain penuh sebanyak empat kali. Di kubu Persija Jakarta, bek Jordi Amat menjadi pilar tak tergantikan di lini pertahanan bersama Rizky Ridho setelah memainkan 26 pertandingan dan mencetak tiga gol.

Ivar Jenner yang bergabung dengan Dewa United pada paruh musim dari Jong Utrecht langsung memberikan dampak signifikan dengan bermain dalam 11 laga. Jenner tercatat hanya absen satu kali dan selalu menjadi starter dalam enam pertandingan terakhir klubnya.

Sebaliknya, beberapa pemain lainnya dinilai masih memerlukan peningkatan performa, seperti penyerang sayap Dewa United Rafael Struick yang belum mencetak gol atau assist dari 18 laga. Struick yang didatangkan sejak awal musim bahkan tercatat belum pernah bermain penuh selama 90 menit dalam satu pertandingan liga.

Di Bali United, Jens Raven lebih banyak berperan sebagai pemain pelapis dengan catatan satu gol dan dua assist dari 21 penampilan. Sementara itu, Shayne Pattynama yang baru bergabung dengan Persija Jakarta dari Buriram pada paruh musim tercatat baru bermain selama 143 menit dalam delapan pertandingan.

Rekan setim Pattynama, Mauro Zijlstra, juga masih berjuang menembus tim utama Persija dengan hanya mengantongi 21 menit bermain dari dua laga sejak Februari 2026. Keberhasilan para pemain ini sangat bergantung pada kecepatan adaptasi mereka terhadap skema pelatih dan intensitas kompetisi domestik Indonesia.

Recommended