Lazada Catat Pergeseran Perilaku Belanja Konsumen Indonesia Tahun 2026

Lazada Indonesia melaporkan adanya perubahan pola belanja konsumen dari impulsif menjadi lebih selektif dan mengutamakan kualitas pada tahun 2026.

Lazada Indonesia melaporkan adanya pergeseran signifikan pada perilaku belanja masyarakat yang kini lebih mengedepankan kualitas dibandingkan kuantitas pada Rabu, 29 April 2026. Konsumen mulai meninggalkan kebiasaan belanja impulsif dan beralih ke pola transaksi yang lebih terencana serta berorientasi pada nilai produk.

Perubahan tren ini dilansir dari Medcom, di mana pembeli tidak lagi menjadikan harga murah sebagai satu-satunya pertimbangan utama dalam bertransaksi. Sebaliknya, aspek keaslian barang dan reputasi platform e-commerce kini menjadi faktor krusial dalam pengambilan keputusan konsumen.

"Trend customer di 2026 dengan cara dan pola pemilihan untuk belanja dari yang lebih ke arah impulse buying, menjadi semakin lebih cerdas dan lebih banyak memilih value," ujar Head of Business Growth & Operations Lazada Indonesia Amelia Tediarjo.

Amelia menjelaskan bahwa konsep value over quantity kini mendominasi pasar, yang memicu kesediaan pelanggan untuk membayar lebih demi jaminan mutu. Keamanan dalam bertransaksi dan konsistensi kualitas produk menjadi elemen yang paling dicari oleh pengguna platform digital saat ini.

Merespons situasi tersebut, Lazada memperkuat posisi LazMall sebagai kanal khusus yang menyediakan produk dari mitra brand resmi. Langkah ini diambil untuk mengakomodasi kebutuhan pasar akan produk autentik dan meningkatkan standar kepercayaan dalam ekosistem belanja daring.

Sebagai bagian dari strategi peningkatan layanan, Lazada turut menjalin kolaborasi dengan brand premium global seperti Laneige. Kemitraan ini difokuskan pada kategori kecantikan untuk memberikan pengalaman belanja yang lebih berkualitas bagi konsumen yang kian selektif.

Melalui penguatan kanal LazMall dan kerja sama dengan merek bereputasi tinggi, platform ini berupaya menyesuaikan layanan dengan dinamika pasar. Strategi tersebut diharapkan mampu menghadirkan nilai tambah yang relevan dengan tuntutan konsumen pada tahun 2026.

Recommended