Pembalap tim Ducati Marc Marquez dilaporkan tengah menghadapi ketidakpastian mengenai masa depannya di kejuaraan dunia MotoGP hingga Jumat, 24 April 2026. Masalah cedera bahu kanan yang berkepanjangan memicu spekulasi mengenai kemungkinan sang juara dunia delapan kali itu untuk segera pensiun dari lintasan balap.
Dilansir dari Bola, kontrak Marquez bersama pabrikan asal Italia tersebut sebenarnya akan berakhir pada penghujung musim 2026. Meski dikabarkan telah ada kesepakatan perpanjangan, durasi kontrak baru tersebut masih menjadi perdebatan karena keraguan Marquez atas kondisi fisiknya sendiri.
Pembalap asal Spanyol itu diketahui mengalami kerusakan signifikan pada bahu kanannya akibat kecelakaan di MotoGP Mandalika pada Oktober 2025. Dampak insiden tersebut masih terasa hingga musim 2026, di mana Marquez belum berhasil meraih podium pada balapan hari Minggu.
Penulis otomotif Mat Oxley menilai bahwa perbincangan publik mengenai opsi pensiun justru dapat memotivasi Marquez untuk membuktikan kemampuan kompetitifnya. Oxley menyebut semangat pantang menyerah adalah inti dari setiap pembalap hebat yang ingin mematahkan keraguan para pengamat.
Marquez telah secara terbuka menyatakan keinginannya untuk tetap balapan asalkan masih mampu bersaing di level tertinggi. Hal ini mendasari permintaannya untuk kontrak dengan format 1+1 tahun agar ia dapat mengevaluasi kondisi fisiknya pada musim 2027 saat regulasi mesin 850cc mulai diberlakukan.
"Saya rasa tidak baik untuk memiliki obsesi. Jika Anda terobsesi dengan sesuatu, Anda tidak akan mengelola segala sesuatunya dengan benar dan Anda tidak akan mencapai apa yang ingin Anda capai," kata Marc Marquez, Pembalap Ducati.
Di sisi lain, manajemen Ducati mulai mempersiapkan langkah antisipasi dengan mematangkan pembalap muda Fermin Aldeguer sebagai calon pengganti jika Marquez benar-benar memutuskan berhenti. Meskipun begitu, Marquez menegaskan bahwa fokus utamanya bukan lagi sekadar mengejar rekor gelar juara milik Valentino Rossi atau Giacomo Agostini.