Perebutan takhta juara Liga Inggris musim 2025/2026 antara Arsenal dan Manchester City semakin memanas menjelang pekan-pekan krusial pada April 2026 ini. Kedua tim diprediksi akan bersaing hingga titik darah penghabisan untuk memastikan trofi Premier League jatuh ke tangan mereka.
Dilansir dari Bola, Arsenal saat ini masih memimpin klasemen dengan perolehan 70 poin dan memiliki selisih gol sebanyak +38. Sementara itu, Manchester City berada di posisi kedua dengan ketertinggalan enam poin, namun City masih mengantongi satu tabungan pertandingan lebih banyak.
Laga besar antara Manchester City melawan Arsenal di Stadion Etihad pada Minggu (19/4/2026) akan menjadi titik balik krusial. Pasukan Pep Guardiola diwajibkan meraih poin penuh demi memangkas jarak, terutama karena Arsenal tampil konsisten memenangi laga-laga sisa mereka.
Regulasi kompetisi menyatakan bahwa jika kedua tim memiliki poin yang sama di akhir musim, maka selisih gol akan menjadi penentu utama. Apabila selisih gol pun identik, maka jumlah total gol yang dicetak sepanjang musim akan menjadi indikator penentu kemenangan berikutnya.
Data saat ini menunjukkan Manchester City sedikit lebih produktif dengan torehan 63 gol, berbanding 62 gol milik The Gunners. Jika produktivitas gol masih sama, maka rekor pertemuan langsung atau head-to-head kedua tim akan mulai diperhitungkan oleh pihak liga.
Pada pertemuan pertama di Stadion Emirates, kedua tim hanya mampu bermain imbang dengan skor 1-1. Kondisi akan semakin rumit jika laga di Etihad nanti kembali berakhir seri, di mana aturan gol tandang dalam pertemuan langsung bisa menjadi faktor penentu juara.
Sejarah Liga Inggris mencatat persaingan paling dramatis terjadi pada musim 2011/2012 ketika Manchester City juara lewat selisih gol atas Manchester United. Skenario terburuk musim ini bahkan memungkinkan digelarnya laga penentuan di tempat netral jika seluruh indikator penilaian tetap berakhir sama kuat.