Persela Lamongan berupaya bangkit dari keterpurukan setelah gagal mencatatkan tiga kemenangan beruntun di Pegadaian Championship musim ini. Dua kekalahan beruntun menjadi pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan.
Pelatih Persela Lamongan, Bima Sakti, menegaskan bahwa timnya tidak akan menyerah meski baru saja menelan kekalahan 1-2 dari PSS Sleman pada pekan ke-21 di Stadion Surajaya, Minggu (1-3-2026) malam WIB. Sebelumnya, mereka juga kalah 0-1 dari Persiku Kudus (21-2-2026).
Bima Sakti mengakui mental pemainnya sempat menurun setelah kekalahan tersebut. "Yang pasti pemain drop, setelah melawan Kudus kemarin memang drop. Kami masih banyak kesempatan dan kalahnya juga tipis-tipis," ujar Bima Sakti.
Meskipun demikian, Bima Sakti melihat adanya perkembangan positif dari sisi disiplin dan kontrol emosi pemain. Ia mengklaim bahwa situasi tim sudah lebih terkendali dibandingkan dua pertandingan sebelumnya. "Tadi saya sudah instruksikan pemain, masalah mental sudah lebih baik. Mereka tidak ada yang kena kartu merah seperti dua pertandingan sebelumnya," kata Bima Sakti.
Saat ini, Persela masih berada di posisi keenam klasemen sementara Grup Timur Pegadaian Championship dengan 30 poin, hasil dari delapan kemenangan, enam kali imbang, dan tujuh kekalahan.
Fokus utama Persela saat ini adalah enam pertandingan terakhir musim ini. Setelah Lebaran, mereka akan menghadapi Persiba Balikpapan di kandang, kemudian bertandang melawan Deltras FC. Selanjutnya, mereka akan melawan Persipura Jayapura (A), Persipal Palu (H), Barito Putera (H), dan Kendal Tornado FC (A).
"Kami fokus pertandingan berikutnya setelah Lebaran. Setiap laga adalah final. Kami tidak mau menjadikan beban buat pemain. Yang penting mereka memberikan yang terbaik di setiap pertandingan, step by step," ucap Bima Sakti.
Mengenai peluang promosi, Bima Sakti menyerahkan sepenuhnya kepada Tuhan. Ia menekankan bahwa yang terpenting adalah timnya berjuang maksimal di setiap pertandingan. "Soal kita bisa lolos atau tidak, kami serahkan sama Yang Kuasa. Yang paling penting kami harus perbaiki tim, kami fight dalam setiap pertandingan dan bisa memenangkan pertandingan di setiap langkahnya," kata pelatih berusia 49 tahun tersebut.