Persib Bandung menunjukkan performa impresif dengan mengalahkan Madura United 5-0 pada pekan ke-23 BRI Super League. Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) menjadi saksi bisu dominasi Maung Bandung, Kamis (26/2/2026) malam.
Ramon Tanque mencetak dua gol, diikuti Uilliam Baros, Andrew Jung, dan Frans Putros yang masing-masing menyumbang satu gol. Kemenangan ini menjadi yang terbesar bagi Persib musim ini, sekaligus mengukuhkan posisi mereka di puncak klasemen dengan 53 poin dari 22 pertandingan.
Asisten pelatih Persib, Igor Tolic, mengungkapkan bahwa gol di babak pertama menjadi momentum penting. Menurutnya, gol tersebut membuka ruang bagi timnya untuk mengendalikan jalannya pertandingan.
"Kami sangat senang dengan kemenangan ini. Pertandingan ini tidak mudah, tapi di babak pertama kami bisa mencetak gol di saat yang tepat. Itu membuat kami mendapat lebih banyak ruang di area penyerangan," kata Igor Tolic seusai pertandingan.
Pada babak kedua, Tolic melakukan perubahan taktik dengan memasukkan tiga pemain baru. Langkah ini semakin mempertegas dominasi Persib, meski Madura United meningkatkan intensitas tekanan.
"Setelah kami memainkan tiga pemain yang lebih segar, pertandingan itu seolah sudah selesai. Kami bahkan seharusnya bisa mencetak empat atau lima gol. Saya juga senang karena kami mencatatkan clean sheet dan meraih kemenangan," imbuh Igor.
Tolic juga memberikan apresiasi khusus kepada lini depan Persib yang tampil efektif dalam memanfaatkan peluang. Ia menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil kerja keras seluruh tim.
"Saya rasa pemain depan memainkan pertandingan yang luar biasa, begitu juga pemain tengah. Bahkan pemain belakang dan penjaga gawang ikut mempersiapkan alur penyerangan kami," kata Igor.
Lebih lanjut, Tolic menjelaskan bahwa kunci terciptanya peluang adalah serangan yang dibangun dari lini belakang dan tengah menuju ruang terbuka. Umpan matang yang sampai ke kaki penyerang kemudian dikonversi menjadi gol.
Igor juga menekankan pentingnya persiapan, proses penciptaan peluang, dan eksekusi akhir. Baginya, menciptakan banyak kesempatan adalah prinsip utama, meski tidak semua peluang berujung gol.
Igor juga menyoroti pentingnya fleksibilitas dalam sepak bola modern, di mana tidak ada lagi batasan antara pemain bertahan dan penyerang.
"Tidak ada pemain bertahan dan pemain menyerang di sepak bola. Saat kami menguasai bola, semua adalah penyerang. Saat tidak menguasai bola, semua adalah bek. Semua harus melakukan pressing, memotong jalur operan, dan menjaga peluang lawan," paparnya.
Kerja sama tim secara menyeluruh, baik dalam menyerang maupun bertahan, menjadi kunci utama kemenangan. Igor berharap semangat ini dapat membawa Persib meraih gelar juara lagi.
"Mereka bermain sebagai tim. Harapannya, dengan semangat seperti ini, kami bisa menjadi juara lagi," ucap Igor.