Pelatih Persita Tangerang, Carlos Pena, enggan memberikan komentar terkait kepemimpinan wasit Candra saat timnya dikalahkan Persib Bandung. Pertandingan pekan ke-22 BRI Super League 2025/2026 yang berlangsung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) pada Minggu (22/2/2026) malam WIB tersebut, diwarnai dengan keputusan kontroversial.
Gol Matheus Alves pada menit ke-81 dianulir, membuat Persita harus mengakui keunggulan Persib 0-1. Keputusan inilah yang memicu kekecewaan dari kubu Pendekar Cisadane.
"Tentang wasit, tidak ada komentar," ujar Carlos Pena terkait kinerja wasit Candra yang berasal dari Padang, Sumatra Barat.
Arsitek asal Spanyol itu menambahkan, "Ini bukan pertama kalinya kami memiliki masalah dengan orang ini, tetapi tidak ada komentar."
Musim ini, Persita sudah empat kali dipimpin oleh wasit Candra. Dari empat pertandingan tersebut, Persita belum pernah menang, dengan catatan tiga kali kalah dan satu kali imbang.
Kejadian bermula saat Persita mendapatkan tendangan sudut pada menit ke-81. Umpan matang Pablo Ganet berhasil ditanduk oleh Matheus Alves. Namun, wasit justru meniup peluit sebelum Alves menyambar bola, menganulir gol tersebut.
Keputusan wasit tersebut memicu protes keras dari para pemain dan ofisial Persita. Mereka mempertanyakan alasan Chandra meniup peluit saat sepak pojok sudah diambil. Wasit tetap pada pendiriannya, dan komplain Persita tidak membuahkan hasil. Insiden ini juga menimbulkan kebingungan di kalangan netizen karena tidak adanya penjelasan yang diberikan.
"Sangat disayangkan kami tidak bisa pergi dari sini dengan setidaknya satu poin. Karena saya pikir para pemain saya mungkin pantas mendapatkannya," kata Carlos Pena.
Meskipun menghormati kemenangan Persib, Carlos Pena merasa bahwa timnya layak mendapatkan hasil yang lebih baik, terutama karena sempat mencetak gol dari bola mati sebelum dianulir.
"Kami datang ke sini untuk bermain dengan kepribadian, dengan karakter. Saya pikir hanya sedikit anak-anak yang datang ke sini sebelumnya untuk bermain dengan cara seperti kami bermain. Dalam situasi bola mati, kami menilai tentu kami bisa melakukannya dengan lebih baik," tutur Carlos Pena.
Carlos Pena menambahkan, "Meskipun begitu, kami sebenarnya mencetak gol lagi melalui bola mati, tetapi gol tersebut tidak disahkan. Jadi, selamat untuk Persib dan kami harus melangkah maju untuk pertandingan berikutnya."