Barcelona resmi tersingkir dari babak perempat final Liga Champions musim 2025/2026 setelah menderita kekalahan dari Atletico Madrid pada pertandingan penentu yang berlangsung pertengahan April 2026. Kegagalan ini memperpanjang catatan buruk klub asal Catalan tersebut yang belum lagi meraih gelar juara Eropa selama 11 tahun berturut-turut.
Kekalahan tersebut memicu kritik tajam terhadap kerapuhan sistem pertahanan tinggi yang diterapkan oleh pelatih Hansi Flick. Dilansir dari Bola, gol penentu dari Ademola Lookman bagi Atletico Madrid mengeksploitasi celah di belakang garis pertahanan Barcelona yang sering kali bermain terlalu maju hingga mendekati area lawan.
Strategi high-press agresif ini dinilai menjadi bumerang ketika pemain lawan berhasil lolos dari jebakan offside dan menghadapi ruang kosong menuju gawang. Selain faktor taktik, kualitas individu pemain seperti Eric Garcia, Ronald Araujo, hingga bek muda Pau Cubarsi dianggap belum mampu memberikan stabilitas yang dibutuhkan di level elit.
"Barcelona ini sangat membutuhkan bek-bek papan atas. Bermain dengan garis pertahanan maju dalam pertandingan besar Eropa, dengan pendekatan seperti ini, semuanya menjadi rumit," kata Thierry Henry, mantan bintang Barcelona, melalui CBS Sports. Ia menegaskan bahwa tanpa perubahan struktural, kegagalan serupa akan terus berulang dalam jangka panjang.
Data menunjukkan bahwa Barcelona menjadi salah satu tim dengan jumlah kebobolan terbanyak di Liga Champions selama dua musim terakhir. Sistem ini juga berdampak pada disiplin pemain, di mana Barcelona sering menerima kartu merah akibat pelanggaran darurat saat lawan berhasil menembus lini belakang.
Mantan bek Barcelona, Samuel Umtiti, menyatakan kekecewaannya melalui RMC terkait dua kartu merah yang diterima tim dalam dua laga perempat final. Ia menilai para pemain bertahan sering terlambat menutup ruang sehingga terpaksa melakukan pelanggaran yang merugikan tim di momen krusial.
Hansi Flick kini menghadapi tekanan untuk melakukan evaluasi taktis dan mendatangkan bek tengah kelas dunia pada bursa transfer mendatang. Manajemen klub dituntut segera mencari solusi permanen agar masalah struktural di lini pertahanan tidak kembali menghambat ambisi mereka di musim 2026/2027.