Pertamina Evakuasi Pegawai dari Timur Tengah pada Maret 2026

PT PIEP mengevakuasi 19 pegawai dari Irak dan Dubai pada Maret 2026 akibat situasi keamanan di Timur Tengah.

PT Pertamina Internasional Eksplorasi dan Produksi (PIEP) telah mengevakuasi 19 pegawainya yang bertugas di Timur Tengah. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap situasi keamanan yang berkembang di kawasan tersebut. Evakuasi melibatkan 11 personel yang berada di Basra, Irak, serta 8 orang lainnya yang bertugas di Dubai, Uni Emirat Arab.

Proses evakuasi dari Basra hingga Jakarta memerlukan waktu hingga 14 hari. Menurut Direktur Utama PIEP, Syamsu Yudha, lamanya proses ini disebabkan oleh penutupan sejumlah bandara internasional, termasuk di Kuwait City, Dubai, dan Doha. Prioritas utama perusahaan adalah memastikan keselamatan seluruh personel.

“Kami juga terus memonitor situasi secara real-time guna memastikan perlindungan optimal bagi seluruh personel,” ujar Syamsu dalam keterangan tertulis, Kamis (11/3/2026).

Syamsu menjelaskan bahwa perusahaan melakukan penilaian terhadap rencana kontingensi rute evakuasi. Tujuannya adalah untuk mempermudah proses evakuasi di masa depan jika terjadi penutupan wilayah udara.

Pertamina Irak Eksplorasi & Produksi (PIREP) bergerak cepat dengan mengaktifkan Emergency Response Team (ERT) setelah menerima informasi mengenai serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.

Selain pemantauan intensif, PIREP juga memperkuat komunikasi dan koordinasi strategis dengan KBRI Baghdad, KBRI Kuwait City, KBRI Riyadh, KBRI Abu Dhabi, serta Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia. Hal ini dilakukan untuk memantau perkembangan situasi dan mengantisipasi dinamika keamanan di Timur Tengah.

Para pegawai PIREP melakukan perjalanan darat dari Basra, Irak, menuju perbatasan di Safwan dan masuk ke Kuwait. Selanjutnya, mereka menuju Dammam, Arab Saudi.

Setelah itu, seluruh personel melakukan perjalanan udara dari Dammam menuju Jeddah dan kemudian melanjutkan penerbangan ke Indonesia. Sebagian personel tiba di Jakarta pada tanggal 10 Maret 2026, sementara sisanya tiba pada tanggal 11 Maret 2026.

“PIEP juga menghubungi keluarga seluruh Perwira PIREP untuk menyampaikan kondisi terkini secara langsung, sekaligus menyediakan saluran komunikasi hotline 24 jam guna memastikan keluarga memperoleh informasi dan dukungan yang diperlukan,” kata Syamsu.

Recommended