Bruno Fernandes Ungkap Alasan Tolak Tawaran Liga Arab Saudi

Kapten Manchester United Bruno Fernandes menolak tawaran besar dari Liga Pro Saudi demi mengejar prestasi dan kualitas hidup keluarga di Inggris.

Gelandang Manchester United Bruno Fernandes secara resmi mengungkapkan alasan penolakan tawaran besar dari Liga Pro Saudi pada bursa transfer musim panas 2025 lalu. Penegasan tersebut disampaikan Fernandes saat berbicara dalam program Wayne Rooney Show di BBC Sport pada Maret 2026.

Dilansir dari Bola, pemain berusia 31 tahun itu sempat dikaitkan dengan kepindahan senilai 100 juta paun ke klub Al-Hilal melalui agennya, Miguel Pinho. Namun, Fernandes memilih untuk bertahan di Old Trafford setelah berdiskusi dengan istrinya mengenai prioritas hidup dan kariernya.

"Situasi Arab Saudi, dengan uangnya… memang sangat besar. Tapi, hal terbaik dalam keluarga saya adalah, istri saya sangat membumi seperti saya," kata Bruno Fernandes, Kapten Manchester United.

Fernandes menjelaskan bahwa dorongan utama untuk tetap merumput di Inggris bukan didasari oleh akumulasi kekayaan. Ia merasa masih memiliki tanggung jawab profesional untuk memberikan kontribusi maksimal bagi klub berjuluk Setan Merah tersebut.

Sang istri berperan besar sebagai titik balik pengambilan keputusan dengan menanyakan pencapaian mimpi sang suami. Pertanyaan tersebut meyakinkan Fernandes bahwa mereka memiliki visi yang sama untuk tetap mengejar kesuksesan di kompetisi Eropa.

Keputusan bertahan tersebut memberikan dampak positif bagi performa tim musim ini. Fernandes tercatat telah mengoleksi delapan gol dan 18 assist di Liga Inggris, yang membawa Manchester United bersaing ketat untuk memperebutkan tiket ke Liga Champions.

Catatan assist tersebut kini hanya terpaut dua angka dari rekor sepanjang masa yang dipegang Kevin De Bruyne dan Thierry Henry. Atas performa konsisten ini, Wayne Rooney bahkan menyebut Fernandes sebagai salah satu kandidat kuat pemain terbaik musim ini.

Fernandes menyatakan rasa bangganya atas pengakuan tersebut, terutama karena penilaian datang dari sesama pemain. Baginya, penghargaan individu merupakan kehormatan besar meski target utama tetaplah meraih trofi kolektif bersama tim.

Recommended