PT Pertamina Patra Niaga menyatakan kesiapannya dalam mengamankan pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) selama periode mudik Lebaran 2026. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi potensi peningkatan kebutuhan energi di berbagai daerah.
Ketersediaan stok BBM yang terjaga diharapkan dapat mendukung kelancaran distribusi energi, terutama di wilayah-wilayah yang menjadi fokus perhatian selama arus mudik dan balik.
Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo, menjelaskan bahwa persiapan pasokan energi untuk menghadapi Ramadan dan Idulfitri telah dilakukan jauh-jauh hari melalui pembentukan Satuan Tugas Ramadan dan Idulfitri (Satgas RAFI).
Tujuannya adalah untuk memberikan kepastian kepada masyarakat bahwa ketersediaan BBM aman, baik selama periode mudik maupun arus balik.
"BBM cukup, dalam konteks cukup ini kita berada di level di atas stok rata-rata operasional kita. Jadi, kilang kita beroperasi maksimal jadi kilang kita setting model operasi kuantifik, kilang akan mengejar volume produksi semaksimal mungkin. Selain itu juga beberapa lokasi SBPU kita siapkan operasional 24 jam, mobil tangki pun itu kita siapkan ada lokasi-lokasi kantor," ujar Mars Ega di Serambi MyPertamina Rest Area Tol Batang-Semarang KM 379, Batang, Jawa Tengah, Rabu (18/3/2026).
Selain itu, menurut Mars Ega, Pertamina juga memastikan armada kapal beroperasi maksimal untuk kelancaran pasokan BBM ke wilayah antar pulau.
Kondisi stok BBM di Jawa Tengah saat ini diklaim aman, berkat dukungan dari kilang dan jaringan pipa yang saling terhubung. Rata-rata stok di atas 21 hari.
"Di Jawa Tengah ini Alhamdulillah stok secara umum rata-rata di atas 21 hari dan khusus Jawa Tengah sesungguhnya ini sangat mantap. Kenapa? Karena ada kilang, dari kilang Kilang Cilacap itu berkoneksi pipa ke Yogyakarta ke Boyolali, bahkan kami sedang membangun pipa dari Boyolali ke Semarang. Dari Cilacap juga terkoneksi pipa itu sampai ke Bandung," jelasnya.
Koneksi pipa ini, lanjut Mars Ega, memungkinkan transfer pasokan yang cepat antara Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Jawa Tengah, sehingga stok BBM tetap terjaga.
Fokus Pasokan BBM ke Wilayah Kepulauan
Selain wilayah utama di Pulau Jawa, Pertamina juga memberikan perhatian khusus pada daerah kepulauan yang membutuhkan perencanaan distribusi energi yang lebih matang. Wilayah seperti Karimunjawa, Kepulauan Seribu, dan Pulau Bawean menjadi prioritas karena pengiriman pasokan harus dilakukan lebih awal dengan mempertimbangkan kondisi cuaca.
Distribusi BBM untuk wilayah pascabencana di Sumatera juga menjadi prioritas, terutama untuk daerah yang membutuhkan dukungan logistik lebih intensif. Provinsi seperti Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, hingga Kepulauan Mentawai termasuk dalam wilayah yang menjadi perhatian pasokan BBM.
Untuk wilayah Sumatera bagian utara akan disuplai dari Kilang Dumai, sedangkan Sumatera bagian selatan hingga Bengkulu akan disuplai dari Kilang Plaju.
Pasokan LPG Dipastikan Aman
Pasokan LPG selama periode mudik juga dipastikan aman, meskipun terjadi peningkatan konsumsi masyarakat. Menurut Mars Ega, kenaikan permintaan LPG adalah hal yang wajar seiring meningkatnya mobilitas selama Ramadan dan Idulfitri.
Stok LPG akan terus diproduksi dan ditambah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. "Tapi kalau stok, tadi Pak Wamen ESDM menyampaikan kita akan terus produksi dan kita akan terus tambah. Dan itu sebetulnya adalah operasi biasa seperti air di rumah. Begitu dipakai airnya turun nanti pompanya akan mengisi lagi," ujarnya.