Pertamina Patra Niaga terlibat aktif dalam mengenalkan ekosistem bisnis hilir energi kepada kalangan akademisi. Langkah ini diwujudkan melalui partisipasi dalam ajang Pertamina Goes to Campus (PGTC) 2026 yang diselenggarakan di Institut Teknologi Bandung (ITB).
Seperti yang dilansir dari Medcom, program yang diinisiasi oleh PT Pertamina (Persero) ini resmi dimulai pada Kamis, 21 Mei 2026. Mengusung tema "Energizing Acceleration for Future Impact", acara ini dirancang sebagai wadah kolaborasi untuk mempersiapkan talenta muda menghadapi tantangan industri.
Acara pembukaan tersebut dihadiri oleh manajemen Pertamina bersama Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan ITB, Prof. Dr. Irwan Meilano, S.T., M.Sc. Turut hadir pula Sekretaris Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi, Prof. apt. Junaidi Khotib, S.Si., M.Kes., Ph.D.
Sebagai Subholding Downstream PT Pertamina (Persero), Pertamina Patra Niaga menghadirkan booth interaktif dalam kegiatan tersebut. Fasilitas ini menyajikan informasi mendalam mengenai proses distribusi energi dan strategi menjaga ketahanan energi nasional.
Selain edukasi bisnis, para mahasiswa dapat mengakses informasi mengenai layanan konsumen melalui aplikasi MyPertamina. Booth ini juga menyediakan ruang konsultasi terkait pengembangan karier, program magang, hingga peluang rekrutmen di perusahaan.
Direktur Sumber Daya Manusia (SDM) Pertamina Patra Niaga, Dewi Kurnia Salwa, mengungkapkan bahwa keterlibatan ini merupakan langkah nyata perusahaan. Tujuannya adalah memperluas wawasan industri sekaligus membentuk kesiapan generasi muda sebelum memasuki dunia kerja.
"Pertamina Goes to Campus 2026 merupakan wujud komitmen kami dalam membina tunas-tunas muda bangsa agar memiliki kesiapan, kompetensi, dan semangat untuk turut menjaga kedaulatan energi nasional," jelas Dewi dalam keterangan tertulis, Sabtu, 23 Mei 2026.
Dewi menambahkan bahwa perusahaan terus mendorong mahasiswa untuk mengembangkan kompetensi serta memiliki kepekaan terhadap tujuan yang kuat. Hal ini penting agar mereka mampu menjawab dinamika industri energi yang terus berubah.
Mahasiswa juga diharapkan memiliki keberanian untuk beradaptasi dan bersaing di tengah perubahan lingkungan global.
"Kami berharap generasi muda dapat menjadi pribadi yang adaptif, competitive, dan siap menghadapi berbagai tantangan industri di masa depan," ucap Dewi.