Pertamina Regional Jawa Perkuat Rantai Pasok Migas Lewat SRM

Pertamina Regional Jawa mengintegrasikan pengadaan dan pembiayaan mitra melalui SRM untuk menjamin keberlanjutan energi hulu migas nasional.

PT Pertamina (Persero) melalui Subholding Upstream Regional Jawa memperkuat kolaborasi rantai pasok dengan menggelar acara Supplier Relationship Management (SRM) di Jakarta pada Selasa (14/4/2026). Langkah ini diambil guna menjamin keberlanjutan operasi hulu migas serta mendukung pertumbuhan ekonomi nasional melalui integrasi pengadaan barang dan jasa.

Sebagaimana dilansir dari Detik Finance, tim Supply Chain Management (SCM) Regional Jawa bertugas mengoordinasikan mitra kerja agar proses pengadaan berjalan efektif. Dalam kesempatan tersebut, perusahaan juga memperluas sinergi dengan Bank Mandiri guna memfasilitasi dukungan pembiayaan bagi para mitra kerja.

Eksistensi mitra kerja dinilai memiliki posisi strategis dalam menjaga performa operasional perusahaan secara keseluruhan. Forum ini dihadiri oleh perwakilan dari Pertamina EP Zona 7, PHE ONWJ, PHE OSES, Pertamina East Natuna, SKK Migas, serta Pertamina Energy Institute.

"Mitra kerja bagi kami bukan sekadar penyedia barang dan jasa, tetapi bagian penting dalam memastikan kelancaran operasi, keandalan fasilitas produksi, percepatan proyek, serta kepatuhan terhadap standar keselamatan dan keberlanjutan," ujar Direktur Pertamina EP Regional Jawa, Rachmat Hidajat, dalam keterangan tertulis.

Sandiaga Uno yang hadir dalam sesi bincang-bincang menekankan bahwa dunia usaha harus mengambil peran lebih besar di tengah dinamika geopolitik global. Ia menyebut kekayaan sumber daya alam Indonesia harus dikelola dengan orientasi nilai tambah agar manfaatnya dapat dirasakan luas oleh masyarakat.

Agenda SRM yang berlangsung selama dua hari tersebut juga mencakup sesi pembinaan terkait perangkat rantai pasok seperti CIVD, i-vendor, dan CSMS. Materi ini diberikan untuk memperdalam pemahaman mitra terhadap prosedur pengadaan resmi dan standar keselamatan kerja yang berlaku di lingkungan Pertamina.

Selain pembinaan teknis, dilakukan pula Supplier Performance Review (SPR) untuk mengevaluasi kontrak yang sedang berjalan. Proses ini dibarengi dengan verifikasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) secara langsung sebagai bentuk komitmen perusahaan terhadap penggunaan produk domestik.

Vice President Supply Chain Management Pertamina EP Regional Jawa, Bayu Kusuma Tri Aryanto, menjelaskan bahwa kolaborasi dengan sektor perbankan menjadi kunci efisiensi. Menurutnya, dukungan finansial yang stabil akan memastikan kegiatan usaha mitra berlangsung lebih optimal dan berkelanjutan.

Recommended