Nilai tukar rupiah mengalami penguatan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan akhir pekan, Jumat (24/4/2026) pagi. Dilansir dari data Bloomberg pukul 09.10 WIB, mata uang Garuda berhasil menekan dolar AS hingga turun ke level Rp17.278.
Pelemahan dolar AS tercatat sebesar 8 poin atau mengalami penurunan tipis sekitar 0,05 persen dibandingkan posisi sebelumnya. Kondisi ini membuat nilai tukar mata uang Paman Sam tersebut kini bertahan di kisaran level Rp17.200-an.
Laporan data Bloomberg menunjukkan bahwa pergerakan mata uang Amerika Serikat terpantau bervariasi terhadap sejumlah mata uang global lainnya di pasar internasional. Dolar AS tercatat masih unggul terhadap beberapa mata uang Asia, namun justru tertekan oleh mata uang negara barat lainnya.
Secara rinci, dolar AS mengalami penguatan sebesar 0,03 persen terhadap dolar Hong Kong. Tren penguatan tersebut juga berlanjut terhadap yen Jepang yang naik 0,08 persen dan won Korea yang terkerek 0,13 persen pada sesi perdagangan yang sama.
Sebaliknya, performa dolar AS menunjukkan hasil negatif saat berhadapan dengan dolar Kanada dan franc Swiss. Mata uang Negeri Paman Sam tersebut tercatat melemah masing-masing sebesar 0,01 persen terhadap kedua mata uang tersebut.