PT Pertamina (Persero) berhasil membukukan total transaksi serta potensi bisnis bagi UMKM binaannya senilai Rp 10,6 miliar dalam ajang Inabuyer B2B2G Expo 2026 yang digelar pada 5-7 Mei 2026 di Gedung SMESCO Exhibition Hall, Jakarta Selatan.
Nilai tersebut terbagi atas transaksi retail sebesar Rp 1,8 miliar dan potensi kesepakatan bisnis melalui mekanisme business matching mencapai Rp 8,8 miliar, sebagaimana dilansir dari Detik Finance pada Senin (11/5/2026).
Pertamina tercatat meraih penghargaan sebagai perusahaan dengan jumlah transaksi pembeli potensial terbanyak dalam pameran tersebut. Partisipasi ini merupakan langkah strategis perusahaan untuk memperkuat rantai pasok nasional di berbagai sektor, termasuk BUMN dan swasta.
Lima UMKM binaan yakni Agrominafiber, Meraki Cipta Rasa, Novio Fresh, Rendang Gadih, dan Otrahum menjadi daya tarik utama bagi pengunjung. Selain itu, Pertamina memfasilitasi enam UMKM lainnya untuk mengikuti sesi pertemuan bisnis guna membuka peluang kerja sama jangka panjang.
"Pertamina berkomitmen menghadirkan program pembinaan yang tidak hanya meningkatkan kapasitas UMKM, tetapi juga membuka akses pasar dan peluang kolaborasi yang lebih luas," ujar VP Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron.
Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) juga dilakukan oleh Agrominafiber dan Rendang Gadih sebagai bentuk pengembangan usaha. Pemilik Rendang Gadih, Brigita Lydia Syahniva, menyatakan dukungan ini memberikan dampak nyata pada kepercayaan pasar terhadap bisnis mereka.
Program ini bertujuan mendorong terciptanya pelaku usaha yang mandiri dan memiliki daya saing berkelanjutan di ekosistem ekonomi nasional. Enam UMKM yang mengikuti business matching meliputi Glory Nine Degrees, Sambal Ning Niniek, Cangcomak, Sanrah Food, Miniesq, dan Sambal Lauk Mak Fau.