Pertamina Siagakan 2.000 Personel Jaga Distribusi Energi Lebaran 2026

Pertamina Patra Niaga menyiagakan sekitar 2.000 personel operasional untuk memastikan kelancaran distribusi energi selama Ramadan dan Idulfitri 2026.

PT Pertamina Patra Niaga menyiagakan kurang lebih 2.000 personel operasional selama periode Ramadan dan Idulfitri 2026. Langkah ini dilakukan guna memastikan distribusi energi berjalan lancar, khususnya di tengah arus mudik Lebaran. Personel disebar di berbagai wilayah strategis.

Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo menjelaskan bahwa Satgas Ramadan dan Idulfitri (RAFI) melibatkan seluruh lini operasional Pertamina Group, dari hulu hingga hilir, termasuk subholding pendukung.

Pengamanan difokuskan tidak hanya pada BBM, tetapi juga mencakup gas LPG dan layanan energi lain yang dibutuhkan masyarakat selama masa mudik dan arus balik.

"Kalau berbicara manpower tentunya ini hampir kurang lebih 2.000 pekerja kami yang disiagakan untuk melakukan satgas operasional di satgas Ramadan dan Idulfitri (RAFI). Ini masih yang di lapangan, belum lagi yang di back office," ungkap Mars Ega saat ditemui di SPBU Bolon, Colomadu, Karanganyar, Jawa Tengah, Selasa (17/3/2026).

Selain itu, delapan regional pemasaran Pertamina Patra Niaga di seluruh Indonesia turut terlibat aktif menjaga kelancaran operasional.

Mars Ega menyampaikan apresiasi kepada seluruh tim atas dedikasi mereka. "Kami ucapkan terima kasih dan apresiasi yang luar biasa. Karena ini bentuk pengabdian. Ini bentuk pelayanan kepada bukan sekedar pelayanan kepada masyarakat. Tapi juga, kepada bangsa dan negara," ujar Mars Ega.

Ia juga berterima kasih kepada keluarga petugas yang memberikan pengertian sehingga mereka dapat menjalankan tugas dengan baik.

Pertamina Patra Niaga melakukan inspeksi langsung di jalur darat untuk memastikan layanan energi tersedia di berbagai titik perjalanan mudik.

Pengecekan dilakukan dari Jakarta hingga Karanganyar. Tujuannya untuk melihat kesiapan SPBU sekaligus mendengar langsung pengalaman masyarakat.

"Kami melihat bahwa kesiapan layanan BBM secara umum berjalan dengan baik, ketersediaan juga cukup. Kami juga berinteraksi dengan masyarakat, kami menanyakan apakah ada kendala, secara umum tidak kendala," kata Mars Ega.

Distribusi mobil tangki ke SPBU terus dipantau agar tidak terjadi keterlambatan selama arus mudik.

"Sehingga pada hari ini kami seluruh tim Pertamina Patra Niaga pada posisi siaga, standby di lapangan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak kita inginkan. Dan kami menginginkan juga kepada masyarakat agar tetap pada posisi tenang, tidak melakukan panic buying," katanya.

"Dan kepada tim Pertamina, kami juga akan tetap memberi semangat karena ini merupakan pengabdian untuk pelayanan kepada publik," jelasnya.

Konsumsi Pertamax Diproyeksi Naik hingga 15 Persen

Pertamina memperkirakan adanya kenaikan permintaan BBM seiring meningkatnya mobilitas masyarakat dan semakin panjangnya ruas jalan tol.

"Peningkatan kita berkira kan antara 5-6% untuk gasoline dan mudah-mudahan ini masih ter-cover dengan apa yang kita siapkan. Peningkatan untuk produk Pertamax juga cukup signifikan, kurang lebih hampir 11-15% dan juga peningkatan untuk Pertamax Turbo," jelasnya.

Sementara itu, konsumsi solar diperkirakan menurun seiring berkurangnya aktivitas industri selama libur Lebaran.

Imbauan untuk Pemudik

Masyarakat diimbau mengisi bahan bakar penuh sebelum berangkat agar perjalanan lebih terencana.

Aplikasi MyPertamina dapat membantu pemudik menentukan titik pengisian BBM, lokasi istirahat, dan merancang perjalanan.

"Bisa melakukan prediksi dan perjalanan dengan baik. Selanjutnya, kepada para pemudik, sekali lagi jaga kesehatan. Apabila capek, di kami ada Serambi MyPertamina, bisa beristirahat di Serambi MyPertamina gratis," ujarnya.

Serambi MyPertamina menyediakan fasilitas gratis seperti kursi pijat, barber shop, layanan kesehatan, dan tempat istirahat untuk anak-anak. Syaratnya adalah mengunduh dan mendaftar pada aplikasi Serambi MyPertamina.

Bagi pemudik yang meninggalkan rumah, Pertamina mengimbau agar melepas regulator LPG untuk mengantisipasi potensi kebocoran gas.

"Dan untuk pemudik yang meninggalkan rumah, kami juga mengimbau agar selang untuk regulator gas LPG ini dilepas. Kita ga pernah tahu selama rumah ini ditinggal, ada kejadian seperti apa. Sehingga ini kita informasikan agar terhindar dari adanya kebocoran-kebocoran gas LPG di rumah kita," pungkasnya.

Recommended