Pertamina Siapkan Alternatif Impor Minyak Imbas Penutupan Hormuz

Pertamina menyiapkan langkah antisipasi impor minyak mentah setelah Iran menutup Selat Hormuz. Sekitar 19% kargo minyak Indonesia melewati jalur ini.

Sebagai respons terhadap potensi penutupan Selat Hormuz oleh Iran, PT Pertamina (Persero) menyiapkan alternatif impor minyak mentah. Penutupan ini merupakan balasan atas serangan militer Amerika Serikat dan Israel ke Teheran.

Langkah antisipatif ini diambil untuk menjaga ketahanan energi nasional jika gangguan distribusi terjadi akibat penutupan Selat Hormuz yang berkepanjangan. Sekitar 19% kargo minyak mentah pesanan Indonesia dari Timur Tengah melewati jalur tersebut.

Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, menjelaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan sistem distribusi reguler, alternatif, hingga skema darurat (emergency).

"Kargo minyak mentah yang berasal dari Timur Tengah sekitar 19%. Untuk ketahanan energi nasional, Pertamina telah menyiapkan sistem reguler, alternatif maupun emergency untuk memenuhi kebutuhan nasional," ujar Baron di kantor pusat Pertamina, Selasa (3/3/2026).

Alternatif impor tersebut tengah dikoordinasikan dengan pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan terkait. Koordinasi ini bertujuan untuk memastikan terpenuhinya kebutuhan energi nasional.

Baron menambahkan, "Kami selalu berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait, termasuk dari government untuk bisa memenuhi kebutuhan energi nasional alternatif-alternatif yang sedang kita lakukan. Tentu dalam proses karena ini baru beberapa hari dan nanti kami akan update ke media untuk kesiapan proses alternatif tersebut."

Sebagai informasi, Selat Hormuz merupakan jalur strategis yang dilalui sekitar 30% perdagangan minyak dunia dan 20% LNG global. Gangguan di wilayah ini berpotensi mendorong lonjakan harga minyak dunia yang kini sudah berada di atas US$ 80 per barel.

Pertamina memastikan stok bahan bakar minyak (BBM) untuk Ramadan dan Idul Fitri telah disiapkan sebelum eskalasi konflik terjadi. Perusahaan mengimbau masyarakat tetap tenang dan bijak dalam menggunakan energi.

"Untuk stok BBM Itu sudah kami siapkan sebelum kejadian ini. Jadi untuk Ramadhan dan Idul Fitri sudah kami siapkan sehingga untuk masyarakat harap tenang, tetap bijak mempergunakan energi. Dan kami sampaikan bahwa Pertamina siap menyalurkan energi ke seluruh masyarakat," terang Baron.

Terkait potensi kenaikan harga BBM non-subsidi, Pertamina masih memonitor perkembangan harga minyak global dan mempertimbangkan semua aspek yang memengaruhi.

Recommended