22 Peserta Disabilitas Ikuti UTBK SNBT 2026 di Universitas Airlangga

Sebanyak 22 peserta disabilitas mengikuti UTBK-SNBT sesi kedua di Universitas Airlangga pada Selasa, 21 April 2026 untuk memperebutkan kursi perguruan tinggi.

Sebanyak 22 peserta penyandang disabilitas mengikuti ujian tulis berbasis komputer seleksi nasional berdasarkan tes atau UTBK-SNBT 2026 sesi kedua di Universitas Airlangga pada Selasa, 21 April 2026. Para peserta yang terdiri dari penyandang tunadaksa hingga tunarungu tersebut bersaing memperebutkan kursi di perguruan tinggi negeri.

Ujian ini dilaksanakan dengan dukungan fasilitas aksesibilitas bagi peserta yang membutuhkan bantuan khusus untuk menuju ruang ujian. Dilansir dari Medcom, pihak kampus menyediakan bantuan mobilitas mulai dari lantai dasar hingga lantai sembilan lokasi pelaksanaan tes.

Salah satu peserta tunarungu dari SMAN 16 Surabaya, Muhammad Pasha Fawwazdian, menyatakan telah mempersiapkan diri secara maksimal untuk menghadapi beragam variasi soal ujian. Pasha menargetkan untuk masuk ke Program Studi Psikologi Universitas Airlangga guna mengejar cita-citanya menjadi seorang psikiater di masa depan.

"Alhamdulillah saya sudah mempersiapkan UTBK ini dengan sebaik mungkin. Soalnya ada yang sulit dan ada juga yang gampang, tapi insyaallah bisa saya kerjakan," ujar Muhammad Pasha Fawwazdian, peserta UTBK-SNBT 2026.

Pasha mengungkapkan bahwa dukungan dari lingkungan sekitar menjadi faktor krusial dalam menghadapi proses seleksi ini. Meskipun pernah mengalami perundungan verbal, ia menegaskan bahwa kondisi fisik bukanlah penghalang melainkan sebuah kekuatan tersendiri untuk terus berjuang.

Apresiasi terhadap kemudahan akses di lokasi ujian juga disampaikan oleh Khalifah Nisyapuri, peserta tunadaksa asal SMAN 4 Sidoarjo. Ia mengaku sangat terbantu dengan kesigapan petugas yang mendampinginya menggunakan lift menuju ruang ujian meski awalnya sempat merasa gugup.

Motivasi Khalifah dalam mengikuti seleksi ini didorong oleh keberadaan mahasiswa disabilitas lain yang telah berhasil meraih prestasi di jenjang pendidikan tinggi. Ia menekankan pentingnya bagi sesama penyandang disabilitas untuk tidak takut mencoba peluang yang tersedia dan tetap menjaga semangat dalam meraih impian pendidikan.

Recommended