Piala Dunia 2026 Terancam Ditunda Akibat Konflik?

Ketegangan geopolitik menimbulkan kekhawatiran terhadap penyelenggaraan Piala Dunia 2026, meski tinggal beberapa bulan lagi.

Penyelenggaraan Piala Dunia 2026 menuai kekhawatiran akibat ketegangan geopolitik yang melibatkan sejumlah negara. Turnamen sepak bola akbar ini tinggal menghitung bulan, tetapi pertanyaan terkait kelanjutan kompetisi terus bermunculan.

Partisipasi Iran menjadi sorotan utama. Timnas Iran dijadwalkan berlaga di Amerika Serikat dengan menghadapi New Zealand (15 Juni), Belgia (21 Juni), dan Mesir (26 Juni).

Serangan militer AS dan Israel terhadap Iran meningkatkan keraguan akan kehadiran Iran di Piala Dunia 2026. Presiden Federasi Sepak Bola Iran (FFIRI), Mehdi Taj, mengungkapkan ketidakpastian tersebut.

"Dengan apa yang terjadi hari ini dan serangan dari Amerika Serikat tersebut, kecil kemungkinan kami bisa menantikan Piala Dunia," ujar Taj.

Eskalasi konflik yang meningkat memicu kekhawatiran tentang kemampuan AS dalam menjamin keamanan turnamen.

Simon Chadwick, pakar industri olahraga global yang pernah menjadi direktur riset penyelenggara Piala Dunia 2022, berpendapat bahwa penundaan sangat kecil kemungkinannya.

"Dengan hanya tiga bulan tersisa menuju Piala Dunia, penundaan turnamen ke tahun depan tampaknya kecil kemungkinannya. Dari sisi logistik, ekonomi, dan politik, menjadwalkan ulang acara sebesar ini akan menjadi tantangan besar," ujarnya dalam wawancara dengan SPORTbible.

Chadwick menambahkan, selama konflik terbatas di Timur Tengah, sulit membenarkan penundaan.

Chadwick menjelaskan, situasi akan berubah jika konflik merambat ke Eropa dan Amerika Utara.

"Jika serangan meluas ke Eropa dan Amerika Utara, maka persoalannya akan meningkat dan menjadi jauh lebih serius. Selain itu, jika perjalanan udara terganggu atau pasokan minyak terkena dampak signifikan, pertimbangan praktis mungkin akan memaksa FIFA dan Amerika Serikat memikirkan pengaturan alternatif untuk kompetisi ini," ulasnya.

Chadwick juga meyakini pemerintahan Donald Trump akan menentang penjadwalan ulang karena dianggap sebagai bentuk menyerah.

FIFA tetap ingin semua tim berpartisipasi. CEO US Soccer, JT Batson, mendukung penyelenggaraan turnamen yang aman bagi semua peserta.

"Presiden FIFA, Gianni Infantino, menyampaikan pada akhir pekan lalu bahwa tujuannya adalah menghadirkan Piala Dunia yang aman dan terjamin, di mana semua tim dapat berpartisipasi. Kami tentu sangat mendukung hal itu," kata Batson kepada Sky News.

Sekretaris Jenderal FIFA, Mattias Grafstrom, menyatakan pihaknya terus memantau perkembangan situasi global untuk memastikan Piala Dunia yang aman dengan partisipasi semua tim.

Recommended