Pilot Alami Pengalaman Spiritual Ditemani Cahaya Misterius saat Terbang

Captain Rudi van Pangemanan membagikan pengalamannya ditemani benda bercahaya misterius saat terbang malam hari di bulan Ramadan.

Pengalaman spiritual dialami Captain Rudi van Pangemanan saat melakukan penerbangan. Dia bercerita mengenai perjalanannya saat ditemani benda-benda tak dikenal yang memancarkan cahaya ketika terbang di malam Ramadan.

Captain Rudi membagikan pengalamannya melalui akun Instagram @captainruud. Dalam unggahannya, terlihat suasana kokpit pesawat yang lampunya dimatikan, memperlihatkan benda-benda bercahaya di tengah kegelapan malam.

"Kalian Akan Menyebutnya Apa? Aliens atau Angels🤔🤔 (Makhluk Ruang Angkasa atau Malaikat?)," tulis Captain Rudi dalam keterangan video yang diunggahnya.

"Banyak yang bertanya apakah penerbangan Saya masih diikuti Oleh UFO atau Benda Terbang Yang Tak bisa di iIdentifikasi?… Jawaban nya Masih," lanjutnya.

Menurutnya, benda-benda bercahaya tersebut tidak mengganggu, justru menghibur selama penerbangan malam di bulan Ramadan.

"Ketika di Zoom mereka berupa Cahaya yang bergerak2 seperti denyut nadi (pulse) Seperti Hidup. Ya Allah Lindungi Semua Penerbanganku yang membawa banyak nyawa manusia.. Aamiin YRA," doanya.

Unggahan tersebut mendapat banyak perhatian dengan 44.700 lebih likes dan 1.400 lebih komentar. Beragam tanggapan muncul terkait fenomena ini.

Salah satu komentar dari @harrifirmansyahr menyebut, "Kalau kata anak saya @kakangha_fish (12 tahun)..bintang 3 sejajar, dengan kecerahan yang hampir sama, itu namanya sabuk orion. Di Indonesia bisa dipakai untuk mengkoreksi arah kiblat..,"

Pendapat lain datang dari @studio16.beauty, "Anggap aja makhluk nya Alloh. Kita hidup di dunia gk sendirian,"

Sementara @bumidatar_alq berkomentar singkat, "bintang itu capt,"

"Keren! Terimakasih capt sudah membagikan ini🌌✨," tulis @garnaditya.

Sebelumnya, Captain Rudi juga pernah bercerita tentang pengalaman spiritualnya saat mengantarkan jemaah haji ke Tanah Suci. Saat itu, cahaya-cahaya yang dilihatnya disebut sebagai 'Malaikat'.

Captain Rudi menjelaskan bahwa malam itu, kokpit terasa sangat dingin hingga ia melaksanakan salat dengan mengenakan jaket terbang.

"Tak lama kemudian mata kami kami tertuju oleh Cahaya yang bergerak kesana kemari dengan bebas, bersinar dengan terangnya, kadang mendekat kadang menjauh. Kami terus bertanya2 apakah itu? Kalian bisa disebut UFO atau Unidentified Flying Object atau Benda Terbang yang tidak Diketahui, karena kalian tidak ada dan tidak terdeteksi di radar kami," kisahnya.

Recommended