Fenomena langit yang memukau, Pink Moon, akan kembali menyapa pada April 2026. Masyarakat menantikan momen bulan purnama ini karena bertepatan dengan perayaan April Mop.
Pink Moon, sebutan populer untuk bulan purnama di bulan April, bukanlah tipuan meski muncul di hari yang identik dengan lelucon. Cahaya indah ini akan menghiasi langit malam.
Istilah "Pink Moon" tidak mengacu pada perubahan warna fisik bulan menjadi merah jambu. Nama ini diambil dari mekarnya bunga liar Phlox subulata yang menyelimuti daratan Amerika Utara saat musim semi.
Selain visualnya yang indah, bulan purnama April dikenal sebagai Paschal Moon. Hal ini karena posisinya penting dalam penanggalan liturgi dan menjadi acuan utama penentuan tanggal Paskah bagi umat Kristiani.
Menurut Time and Date, puncak fase purnama diperkirakan terjadi pada 2 April 2026 pukul 09.11 waktu setempat, dengan rona emas yang menawan. Masyarakat disarankan mencari area terbuka untuk menyaksikan bulan muncul di ufuk timur dengan ukuran yang lebih besar.
Banyak orang mungkin membayangkan bulan berwarna merah muda mencolok. Namun, secara ilmiah, Pink Moon hanyalah nama umum, bukan perubahan warna fisik bulan.
Almanac.com menjelaskan bahwa penamaan ini berawal dari tradisi masyarakat adat Amerika Utara, khususnya suku Algonquin, yang menggunakan nama bulan purnama sebagai kalender alami penanda perubahan musim. Pink Moon merujuk pada mekarnya Phlox subulata (moss pink atau creeping phlox), salah satu bunga pertama yang menyelimuti tanah dengan warna merah muda cerah saat musim semi di belahan bumi utara.
Meskipun bulan tidak berwarna merah jambu, nama ini merupakan penghormatan terhadap alam. Old Farmer’s Almanac mencatat bahwa nama-nama bulan purnama sering berasal dari budaya penduduk asli Amerika, Kolonial Amerika, dan tradisi Eropa untuk menandai perubahan musim.
Pink Moon tahun ini memenuhi kriteria sebagai Paschal Full Moon karena terjadi setelah ekuinoks musim semi pada 21 Maret secara gerejawi, menjadi dasar perhitungan Paskah bagi umat Kristiani.
Nama-Nama Bulan Purnama Sepanjang Tahun
National Geographic Indonesia mencatat nama unik untuk setiap purnama berdasarkan fenomena alam:
| Bulan | Nama Bulan Purnama |
|---|---|
| Januari | Wolf Moon |
| Februari | Snow Moon |
| Maret | Worm Moon |
| April | Pink Moon |
| Mei | Flower Moon |
| Juni | Strawberry Moon |
| Juli | Buck Moon |
| Agustus | Sturgeon Moon |
| September | Harvest Moon |
| Oktober | Hunter's Moon |
| November | Beaver Moon |
| Desember | Cold Moon |
Fakta Menarik Pink Moon
Menurut cerita rakyat, warna pucat Pink Moon menandakan hujan akan segera turun. Selain itu, tanggal 20 April memperingati pendaratan modul lunar Apollo XVI (1972), saat astronot John Young dan Charles Duke mengendarai kendaraan listrik di Bulan.
Dalam tradisi menanam, periode antara bulan purnama hingga kuartal terakhir adalah waktu terbaik untuk menyiangi gulma dan memangkas tanaman.
Tips Pengamatan Pink Moon
Momen terbitnya bulan adalah waktu terbaik bagi pecinta fotografi langit. Saat itulah terjadi Ilusi Bulan, di mana bulan tampak lebih besar dan memiliki rona keemasan karena pembiasan atmosfer.
Luangkan waktu untuk menikmati pesona alam semesta pada malam pertama bulan April.