Legenda Tinju Pino Bahari Alami Cedera Serius Akibat Kecelakaan

Legenda tinju peraih emas Asian Games Pino Bahari mengalami patah tulang rusuk dan kaki setelah terlibat kecelakaan motor di kawasan Sanur, Bali.

Legenda tinju Indonesia, Pino Bahari, mengalami patah empat tulang rusuk dan kaki kiri setelah terlibat kecelakaan sepeda motor di kawasan Sanur, Bali, pada 13 April 2026. Mantan peraih medali emas Asian Games ini kini berada dalam kondisi memprihatinkan dengan kemampuan gerak yang sangat terbatas.

Kecelakaan tersebut berdampak besar pada stabilitas keuangan Pino yang sebelumnya juga mengalami kesulitan ekonomi. Dilansir dari Bola, biaya operasi yang mencapai sekitar Rp200 juta sempat menjadi beban berat sebelum sebagian besar akhirnya ditanggung oleh layanan BPJS Kesehatan.

"Waktu itu, biaya operasi membutuhkan sekitar Rp200 juta. Beruntungnya sebagian besar masih di tanggung oleh BPJS Kesehatan. Sekarang sudah berangsur membaik meskipun gerak saya terbatas," kata Pino Bahari pada Selasa (5/5/2026).

Kondisi ini memperpanjang masa sulit bagi pria berusia 53 tahun tersebut. Sebelum mengalami musibah, Pino sempat kehilangan pekerjaan sebagai pelatih di sebuah sasana tinju di wilayah Canggu dan menyambung hidup sebagai pengemudi daring.

Pino Bahari tercatat sebagai petinju terakhir Indonesia yang memenangkan emas Asian Games, tepatnya pada edisi 1990 di Beijing di kelas menengah 75 kg. Ia juga memiliki rekam jejak sebagai pelatih petinju profesional Daud Yordan pada periode 2018 hingga 2019.

Wamenpora Taufik Hidayat sedianya dijadwalkan menyambangi kediaman Pino di Bali pada hari yang sama saat konfirmasi medis diberikan. Namun, kunjungan tersebut batal terlaksana karena Taufik masih mendampingi Menpora Erick Thohir dalam rangkaian acara SEA Ministerial Meeting On Youth and Sports 2026.

Melihat kondisinya saat ini, Pino menekankan pentingnya regulasi resmi dari pemerintah mengenai jaminan hari tua bagi para mantan atlet berprestasi. Ia menilai perlindungan masa depan melalui undang-undang atau dana pensiun akan memberikan rasa aman bagi generasi penerus olahraga nasional.

"Harus ada regulasi atau undang-undang yang menjamin masa depan atlet. Jangan sampai setelah selesai membela negara, mereka kesulitan hidup," tegas Pino Bahari.

Recommended