PLN Pasok Listrik Ratusan MVA ke Enam Perusahaan Tambang Batu Bara

PLN resmi menjalin kerja sama elektrifikasi operasional tambang dengan enam perusahaan batu bara untuk menekan emisi dan meningkatkan efisiensi.

PT PLN (Persero) menandatangani Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PJBTL) dan nota kesepahaman solusi bisnis terintegrasi dengan sejumlah produsen batu bara pada Rabu (15/4/2026) untuk mempercepat elektrifikasi di sektor pertambangan.

Langkah strategis ini dilakukan guna mendukung operasional tambang yang lebih ramah lingkungan serta mengejar target Net Zero Emissions (NZE) pada tahun 2060 melalui pengurangan ketergantungan pada bahan bakar fosil, sebagaimana dilansir dari Detik Finance.

Terdapat enam perusahaan yang menyepakati pasokan listrik dengan total kapasitas besar dari PLN untuk menunjang aktivitas produksi mereka.

Daftar Perusahaan dan Kapasitas Listrik
Nama Perusahaan Kapasitas Listrik (MVA)
PT Makmur Sejahtera Wisesa 106
PT Maruwai Coal 71
PT Sembada Makmur Sejahtera 55
PT Marga Bara Jaya 35
PT Trubaindo Coal Mining 30
PT Berau Coal 29

Koordinator Konservasi dan Mineral Batu Bara Kementerian ESDM, Ari Hendrawanto, menjelaskan bahwa elektrifikasi alat berat merupakan solusi utama untuk memangkas emisi di area tambang karena konsumsi energi terbesar berada pada fase pengangkutan material.

"Strategi pengurangan emisi dilakukan melalui berbagai pendekatan, seperti pengurangan produksi, substitusi energi ke sumber lain seperti biomassa, serta peningkatan efisiensi dan elektrifikasi," ujar Ari Hendrawanto, Koordinator Konservasi dan Mineral Batu Bara Kementerian ESDM.

Pemerintah mencatat bahwa penggunaan listrik pada alat berat dapat memberikan penghematan biaya operasional hingga Rp 2 miliar per tahun untuk setiap unit yang beralih dari penggunaan mesin diesel.

Direktur Retail dan Niaga PLN, Adi Priyanto, menegaskan bahwa pengembangan praktik penambangan hijau (green mining) ini bukan hanya soal iklim, melainkan juga upaya memperkuat kemandirian energi nasional melalui layanan inovatif PLN.

Ketua Umum Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI), Priyadi, menyambut positif kolaborasi ini sebagai bentuk simbiosis mutualisme yang menguntungkan bagi penyedia listrik maupun produsen batu bara.

Sebagai bagian dari transisi ini, PT Borneo Indobara juga tengah menyiapkan infrastruktur kelistrikan masif untuk mengoperasikan alat berat listrik serta stasiun pengisian daya bagi 700 unit truk listrik di wilayah operasional mereka.

Recommended