Gianni Rivera Ajukan Diri Sebagai Presiden FIGC di Tengah Krisis Sepak Bola Italia

Legenda sepak bola Italia, Gianni Rivera, menyatakan minatnya maju sebagai calon Presiden FIGC. Langkah ini terjadi setelah Italia gagal lolos Piala Dunia.

Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) tengah menghadapi krisis signifikan menyusul kegagalan tim nasional lolos ke Piala Dunia untuk ketiga kalinya secara beruntun. Situasi ini memicu gelombang tekanan publik yang berujung pada pengunduran diri presiden FIGC sebelumnya, Gabriele Gravina.

Di tengah kondisi tersebut, muncul nama legendaris sepak bola Italia, Gianni Rivera, yang menyatakan minatnya untuk memimpin federasi. Rivera, yang dikenal sebagai salah satu pemain terbaik dalam sejarah sepak bola Italia, mengemukakan kesediaannya untuk maju sebagai calon presiden FIGC.

Meskipun pernyataan ini masih bersifat informal, minat Rivera segera menyita perhatian luas. Sosok berusia 82 tahun tersebut mengungkapkan niatnya secara terbuka dalam sebuah program radio, seperti dilansir dari Bola. Ia menekankan bahwa dirinya telah menyusun program khusus.

Program ini dirancang untuk mengatasi masalah serius yang sedang dihadapi sepak bola Italia. Rivera mengaku telah berdiskusi dengan sejumlah rekannya, termasuk putra Angelo Sormani, untuk mengembangkan model pembenahan ini.

"Saya siap menjadi presiden FIGC karena saya memiliki program yang sangat spesifik yang saya kembangkan bersama teman-teman, termasuk putra Angelo Sormani," ungkap Rivera.

Ia menambahkan, "Ini adalah model yang sedang kami pelajari dan siapkan, yang mungkin bisa berguna bagi federasi."

Sorotan Rivera Terhadap Masalah Kronis

Gianni Rivera, peraih Ballon d'Or pada tahun 1969, bukan hanya seorang legenda sebagai pemain, tetapi juga memiliki pemahaman mendalam tentang kondisi sepak bola Italia saat ini. Ia secara lugas mengakui bahwa kegagalan timnas lolos ke Piala Dunia bukanlah hal yang mengejutkan.

Menurut Rivera, masalah-masalah yang membelit sepak bola Italia telah berlangsung lama dan belum ada solusi konkret. "Tidak ada alasan untuk terkejut dengan kegagalan lolos ke Piala Dunia, saya harus mengatakan itu dengan jujur," tuturnya.

Rivera juga menyoroti, "Saat ini ada masalah serius yang sulit diatasi. Kita telah menunjukkan bahwa kita belum mampu mengatasinya."

Mekanisme Pemilihan Presiden FIGC

Meskipun telah menyatakan kesediaannya, pencalonan Rivera masih memerlukan proses formal. Setiap kandidat harus menyerahkan dokumen resmi sebelum batas waktu 7 Juni, dengan jadwal pemilihan presiden FIGC yang direncanakan pada 22 Juni.

Proses pemilihan ini menggunakan sistem pemungutan suara berbobot, melibatkan berbagai elemen pemangku kepentingan dalam sepak bola Italia. Total 516 suara akan didistribusikan kepada kelompok-kelompok seperti liga amatir yang memiliki porsi terbesar, diikuti oleh asosiasi pemain, klub Serie A, pelatih, Lega Pro, dan Serie B.

Untuk dapat terpilih sebagai presiden, seorang kandidat diwajibkan untuk memperoleh mayoritas suara absolut dari total bobot yang ada.

Recommended