Porter Stasiun Senen Raup Rezeki Jelang Lebaran 2026

Jelang Lebaran 2026, porter di Stasiun Pasar Senen bisa mengangkut barang hingga 20 kali sehari karena ramainya penumpang.

Keramaian Stasiun Pasar Senen menjelang libur Lebaran membawa berkah bagi para porter. Mereka menawarkan jasa angkut barang kepada penumpang yang hendak mudik.

Khamid, pengurus porter Stasiun Pasar Senen, menjelaskan bahwa terdapat dua tim porter, yakni tim ganji dan genap. Pembagian ini berdasarkan nomor porter pada seragam masing-masing.

Kedua tim bergantian mengisi shift pagi (07.00-19.00 WIB) dan shift malam (19.00-07.00 WIB) setiap minggunya.

Pemesanan jasa porter dapat dilakukan melalui aplikasi E-Porter, meski sebagian penumpang masih memilih cara konvensional.

Khamid, yang telah menjadi porter sejak 1999, mengaku dapat mengangkut barang hingga 15 kali dalam satu shift saat musim libur Lebaran. Jumlah ini meningkat tiga kali lipat dibandingkan hari biasa.

Karena penghasilan yang menggiurkan, banyak porter memilih tetap bekerja selama libur Lebaran, bahkan rela tidak mudik. Meski begitu, Khamid sendiri biasanya tetap menyempatkan diri pulang kampung meski hanya sebentar.

Irwansyah, porter tim ganjil, menambahkan bahwa terdapat 172 porter resmi yang terdaftar di Stasiun Pasar Senen. Setiap tim terdiri dari 86 porter.

Karena berstatus 'mitra', porter tidak diwajibkan masuk setiap hari. Jumlah porter yang bekerja bervariasi, namun mayoritas hadir saat musim libur Lebaran.

Para porter bebas memilih lokasi 'mangkal' dan waktu istirahat di stasiun.

Irwansyah menjelaskan bahwa para porter tidak berebut penumpang. Jika satu penumpang sudah dilayani, porter lain akan mencari penumpang lain.

"Kalau hari biasa itu paling kita dapat lima kurang lebih, sudah bagus sekali ya. Jadi kalau momen seperti ini, arus mudik jelang Hari Raya Idul Fitri, asal tahan saja kita, 10-20 pun bisa lebih," terangnya.

Irwansyah mengaku kewalahan melayani penumpang saat ramainya arus mudik Lebaran 2026. Ia bahkan harus beristirahat di luar stasiun karena padatnya penumpang.

"Saya sebenarnya mau istirahat dulu nih, kepala saya pusing. Ruang di dalam sana tuh ramai. Nah, seperti ini saya mau rehat sebentar," tutur Irwansyah.

Recommended