Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mengajak pemerintah Jepang untuk berkolaborasi dalam pengelolaan mineral kritis dan tanah jarang. Ajakan ini disampaikan Prabowo saat bertemu dengan Perdana Menteri (PM) Jepang Sanae Takaichi di Istana Akasaka, Tokyo, pada Selasa, 31 Maret 2026, demikian dilaporkan oleh Detik Finance.
Dalam pertemuan tersebut, Prabowo juga membuka kesempatan luas bagi partisipasi Jepang dalam pengembangan industri melalui program hilirisasi. Selain itu, Indonesia secara aktif mendorong kerja sama dalam sektor energi terbarukan dan energi nuklir sebagai bagian dari upaya transisi energi di masa mendatang.
Prabowo menyatakan komitmen Indonesia untuk terus membuka diri terhadap investasi dan kemitraan dari Jepang. "Kami juga terus mengajak dan membuka diri untuk partisipasi Jepang dalam ekonomi Indonesia juga kerja sama kemitraan di bidang mineral kritis dan rare earth juga kami mengundang Jepang partisipasi dalam industrialisasi Indonesia dengan hilirisasi," ujar Prabowo, dikutip pada Rabu (1/4/2026).
Selain membahas kerja sama di bidang sumber daya dan energi, Presiden Prabowo menegaskan bahwa Indonesia akan bekerja keras untuk mempercepat proses ratifikasi dan implementasi perjanjian dagang ekonomi dengan Jepang. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat hubungan perdagangan antara kedua negara.
"Kami, Indonesia akan bekerja keras untuk mempercepat ratifikasi dan implementasi dari protokol amandemen Indonesia-Jepang Economic Partnership Agreement. Saya berharap dalam waktu cepat ini bisa kita selesaikan," tutur Prabowo, menegaskan prioritas pemerintah.
Dalam konteks kerja sama regional, Prabowo turut menyoroti pentingnya penguatan inisiatif Asia Zero Emission Community. Dia menekankan perlunya melibatkan perusahaan-perusahaan Jepang yang sudah memiliki operasi di Indonesia untuk mendukung tercapainya tujuan emisi nol di kawasan Asia.