Prabowo Perintahkan Penurunan Bunga Kredit Rakyat Menjadi 5 Persen

Presiden Prabowo Subianto memerintahkan bank BUMN menurunkan bunga kredit rakyat menjadi maksimal 5 persen per tahun guna meringankan beban masyarakat.

Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan bank-bank milik negara untuk memangkas suku bunga kredit bagi masyarakat kecil menjadi maksimal 5 persen per tahun. Kebijakan tersebut disampaikan dalam pidato peringatan Hari Buruh Internasional di Monumen Nasional, Jakarta Pusat, pada Jumat, 1 Juni 2026.

Langkah ini diambil menyusul temuan Kepala Negara mengenai tingginya beban bunga pinjaman yang selama ini ditanggung rakyat, yang diklaim dapat mencapai angka 70 persen dalam setahun. Sebagaimana dilansir dari Detik Finance, Prabowo menegaskan bahwa pengucuran kredit dengan bunga rendah tersebut akan segera direalisasikan melalui bank BUMN.

"Saya sudah perintahkan bank-bank milik Republik Indonesia sebentar lagi kita akan kucurkan kredit untuk rakyat maksimal 5%," kata Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia. Beliau menilai tingginya bunga selama ini sangat memberatkan ekonomi kelas bawah.

Selain kebijakan suku bunga, Pemerintah juga mencanangkan program pembangunan satu juta rumah yang dikhususkan bagi kalangan buruh di seluruh Indonesia. Program hunian ini dirancang dengan skema cicilan jangka panjang yang fleksibel untuk menyesuaikan kemampuan finansial pekerja.

Masa tenor cicilan rumah tersebut direncanakan dapat mencapai 40 tahun agar beban bulanan tidak memberatkan. Prabowo merinci bahwa skema ini memungkinkan buruh mengalihkan biaya sewa kontrakan yang rata-rata menghabiskan 30 persen penghasilan menjadi cicilan hak milik.

Presiden menekankan bahwa jangka waktu pelunasan bisa dimulai dari 20 tahun dan dapat diperpanjang hingga 40 tahun jika diperlukan. Pemerintah meyakini skema jangka panjang ini aman dilakukan karena kelompok buruh, petani, dan nelayan merupakan sektor masyarakat yang menetap.

Recommended