Presiden Prabowo Subianto resmi menetapkan batasan maksimal potongan pendapatan bagi aplikator transportasi daring dalam pidato peringatan Hari Buruh Internasional di Monumen Nasional, Jakarta, pada Jumat, 1 Mei 2026. Kebijakan ini mewajibkan perusahaan aplikator untuk memberikan minimal 92 persen pendapatan kepada pengemudi.
Langkah strategis tersebut diambil melalui penandatanganan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 27 Tahun 2026 tentang Perlindungan Pekerja Transportasi Online. Dilansir dari Medcom, aturan ini secara signifikan mengubah struktur pembagian pendapatan yang sebelumnya memungkinkan potongan di atas 10 persen.
Presiden Prabowo Subianto menegaskan ketidaksetujuannya terhadap potongan tarif sebesar 10 persen yang selama ini diberlakukan oleh para aplikator. Menurutnya, jumlah tersebut terlalu membebani para pekerja yang berjuang langsung di lapangan.
"Saya tidak setuju 10 persen. Harus di bawah 10 persen. Enak aja, lo (ojol) yang keringat, dia (aplikator) yang dapat duit," kata Prabowo dalam pidatonya di Jakarta. Ia juga memperingatkan pelaku usaha untuk mematuhi aturan tersebut atau berhenti beroperasi di Indonesia.
Merespons kebijakan tersebut, Chief Executive Officer Grab Indonesia, Neneng Goenadi, menyatakan bahwa pihaknya menghormati arahan Presiden. Grab menegaskan komitmen untuk mendukung visi pemerintah dalam meningkatkan standar hidup para mitra mereka.
Pihak Grab Indonesia saat ini masih menunggu salinan resmi Perpres Nomor 27 Tahun 2026 untuk mempelajari detail teknis yang diatur di dalamnya. Neneng menjelaskan bahwa perusahaan berencana melakukan kolaborasi erat dengan pemerintah dalam proses implementasi.
Fokus utama perusahaan saat ini adalah menyeimbangkan perlindungan bagi mitra pengemudi dengan keterjangkauan harga bagi konsumen. Selain itu, aspek keberlanjutan industri transportasi daring secara menyeluruh juga menjadi pertimbangan dalam penyesuaian struktur komisi ini.
Sebagai informasi, Grab merupakan salah satu penyedia layanan transportasi daring terbesar yang beroperasi di lebih dari 800 kota di Asia Tenggara. Hingga saat ini, perusahaan mengklaim bahwa dukungan terhadap penghidupan jutaan mitra pengemudi dan UMKM merupakan prioritas operasional mereka.