Prabowo Targetkan Ekonomi Tumbuh 8% dengan Program Unggulan

Presiden Prabowo Subianto menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 8% hingga 2029 melalui program makan bergizi gratis dan koperasi desa.

Presiden Prabowo Subianto menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 8% hingga tahun 2029. Target ini dinilai ambisius mengingat pertumbuhan ekonomi saat ini masih berada di kisaran 5%. Pada tahun 2025, pertumbuhan ekonomi tercatat sebesar 5,11%.

Dalam diskusi bersama jurnalis dan pengamat, Prabowo menjelaskan berbagai kebijakan pemerintahannya yang bertujuan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Fokus utama kebijakan ini adalah menciptakan lapangan kerja guna meningkatkan pendapatan dan daya beli masyarakat.

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu andalan Prabowo. Program ini diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi melalui rantai pasok setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Diperkirakan, program ini akan menciptakan 1,5 juta lapangan kerja.

Prabowo menargetkan pembangunan 30 ribu SPPG di seluruh Indonesia, dengan setiap unit mempekerjakan 50 orang. "MBG nanti di puncaknya kita akan punya 31 ribu dapur. Katakanlah, untuk gampang, hitungnya 30 ribu dapur. Tiap dapur mempekerjakan 50 orang. Itu sudah 1,5 juta kerja," sebut Prabowo dalam video diskusi yang dikutip Selasa (24/3/2026).

Lebih lanjut, setiap SPPG diperkirakan akan menciptakan 5-10 vendor kebutuhan dapur, seperti pemasok telur, buah, dan daging. Setiap vendor juga akan mempekerjakan masyarakat, sehingga lapangan kerja yang tercipta akan semakin banyak.

"Bila setiap vendor ini empiris mempekerjakan sekitar 5 orang. Jadi itu sudah berapa? Sudah 50 lagi. Another 1,5 juta orang kerja," ujar Prabowo.

Koperasi Desa Merah Putih

Selain MBG, pemerintah juga mengembangkan Koperasi Desa Merah Putih sebagai penggerak ekonomi desa. Dengan target 80 ribu koperasi yang masing-masing mempekerjakan sekitar 18 orang, program ini berpotensi menciptakan sekitar 1,4 juta lapangan kerja baru.

Koperasi Desa diharapkan dapat mempersingkat rantai pasok barang ke desa dan membantu penjualan hasil bumi masyarakat.

Di sektor kelautan, terdapat program Kampung Nelayan Merah Putih yang bertujuan meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan nelayan. Pemerintah menargetkan pembangunan hingga 1.100 kampung nelayan pada 2026. Uji coba Kampung Nelayan menunjukkan peningkatan penghasilan nelayan rata-rata 60% hingga 80%.

"Kita bikin pilot project di Biak, penghasilannya nelayan itu naik rata-rata 60% sampai 80%," kata Prabowo.

Program 3 Juta Rumah

Program 3 Juta Rumah juga diharapkan menjadi motor penggerak penciptaan lapangan kerja dan perekonomian. Setiap unit rumah diperkirakan melibatkan 5 pekerja.

Pembangunan 1 juta rumah di tahap awal diperkirakan dapat menyerap sekitar 5 juta tenaga kerja. Industri pendukung seperti bahan bangunan dan utilitas rumah juga akan merasakan dampak positifnya.

"1 juta rumah aja udah 5 juta orang kerja. Tukang batu, kayu, listrik, dan lain-lain. Perumahan ini juga menciptakan 72 turunan perusahaan, linkagenya, bikin satu rumah kita butuh kabel pipa, dan lain-lain," papar Prabowo.

Renovasi Sekolah dan Peningkatan SDM

Di bidang sumber daya manusia, Prabowo menekankan pentingnya perbaikan sektor pendidikan. Pemerintah mempercepat program renovasi sekolah dengan target 300 ribu unit dalam lima tahun ke depan. Perbaikan sekolah rusak diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan.

Transformasi sistem pembelajaran melalui digitalisasi juga dilakukan di seluruh sekolah, termasuk distribusi ratusan ribu interactive flat panel untuk pembelajaran interaktif.

Reformasi pendidikan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan mendorong pertumbuhan ekonomi.

"Ini lompatan-lompatan besar kita dalam langkah memperbaiki human capital," tegas Prabowo.

Prabowo meyakini bahwa langkah-langkah yang disiapkan pemerintah akan menjadi pendorong besar pertumbuhan ekonomi. Ia menargetkan rata-rata pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 8% dalam 10 tahun ke depan.

Dirinya meminta waktu kepada masyarakat untuk membuktikan rencananya mewujudkan ekonomi Indonesia yang tumbuh lebih cepat hingga tahun 2029.

"This is the big booster for economy. Everything is based on evidence saya minta waktu kepada rakyat, kepada masyarakat. Saya buktikan sampai 2029," ujar Prabowo.

Recommended