Prabowo Jelaskan Urgensi Kunjungan Luar Negeri untuk Energi Nasional

Presiden Prabowo Subianto menanggapi kritik atas kunjungan ke luar negeri, menegaskan perjalanan itu vital untuk mengamankan sumber energi baru di tengah krisis global.

Presiden Prabowo Subianto telah menanggapi berbagai kritik terkait frekuensi kunjungannya ke luar negeri. Beliau menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari upaya krusial untuk mengamankan sumber-sumber energi baru bagi Indonesia, termasuk minyak mentah, terutama di tengah krisis ekonomi global yang dipicu oleh konflik di Timur Tengah. Hal ini disampaikan dalam Rapat Kerja Kabinet Merah Putih yang disiarkan daring.

Prabowo menyatakan pentingnya perjalanan internasional untuk menjamin pasokan energi nasional. Seperti dikutip dari Detik Finance, ia menjelaskan, "Dibilang Prabowo jalan-jalan ke luar negeri, senang jalan-jalan ke luar negeri. Saudara-saudara untuk amankan minyak ya gue harus ke mana-mana," ujarnya pada Rabu (8/4/2026).

Sebagai ilustrasi, Prabowo menyebutkan kunjungannya ke Jepang. Dari kunjungan tersebut, pemerintah Jepang memberikan komitmen dukungan untuk meningkatkan produksi energi di Indonesia. Langkah serupa direncanakan akan dilakukan ke sejumlah negara lain dalam rangka menjaga ketahanan energi domestik.

Prabowo menambahkan, "Kita ke Jepang kemarin ya, kita dapat. Nih saya berangkat lagi nih, aku mau berangkat lagi ke sebuah negara. Nanti begitu aku berangkat kau tahu ke mana, amankan juga." Ia menegaskan optimismenya terhadap masa depan energi Indonesia, "Jadi saya nih confident, nggak ada itu, bagi saya Indonesia gelap itu nggak ada. Indonesia cerah di saat banyak negara susah."

Dalam kunjungannya ke Jepang pekan lalu, tepatnya pada Selasa, 31 Maret 2026, Prabowo secara spesifik meminta dukungan Pemerintah Jepang. Permintaan tersebut fokus pada percepatan proyek migas raksasa di Blok Masela, perairan Maluku, yang selama ini mengalami kendala. Permintaan ini disampaikan saat bertemu Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi di Istana Akasaka, Tokyo.

Raksasa migas asal Jepang, Inpex, merupakan salah satu pihak yang mengelola blok migas tersebut. "Kami menyambut baik perusahaan korporasi Jepang Inpex yang berinvestasi di proyek gas abadi di Blok Masela. Kita setelah penundaan yang cukup panjang kita berharap ini bisa segera terwujud," kata Prabowo dalam keterangan tertulis, dikutip Rabu (1/4/2026).

Dorongan Proyek Energi Hijau

Selain proyek Blok Masela, Prabowo juga menjanjikan percepatan proses birokrasi bagi proyek-proyek energi hijau Jepang di Indonesia. Menurutnya, inisiatif Asia Zero Emission Community menjadi sangat penting untuk diperkuat dan diimplementasikan.

Beberapa proyek yang disebut akan mendapatkan percepatan birokrasi antara lain Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Sarulla dan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) Legok Nangka. Prabowo menyatakan, "Kami juga akan mendorong Asia Zero Emission Community di mana perusahaan-perusahaan Jepang terlibat di Indonesia dan kami akan mempercepat dan membantu debottlenecking proyek-proyek yang ada, sebagai contoh Legok Nangka maupun Sarulla."

Recommended