Universitas Prasetiya Mulya Gelar FINference 2026 Bahas Strategi Investasi

Finance and Investment Society Universitas Prasetiya Mulya selenggarakan FINference pada 18 April 2026 guna edukasi investasi saham dan kripto.

Finance and Investment Society (FIS) Universitas Prasetiya Mulya akan menyelenggarakan FINference 2026 di Kampus Prasetiya Mulya pada Sabtu, 18 April 2026. Acara bertajuk "The Capital Revolution: Breaking Limits in the Age of Disruption" ini bertujuan membekali generasi muda menghadapi volatilitas finansial global.

Sebagaimana dilansir dari Medcom, kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Indonesia Finance Festival (IFF) 2026. Fokus utama diskusi mencakup strategi investasi pada instrumen saham dan aset digital di tengah ketidakpastian ekonomi dunia saat ini.

Sejumlah pakar keuangan dijadwalkan hadir sebagai pembicara untuk membagikan strategi praktis. Pendiri Fortis Holding, David Noah, akan memaparkan panduan investasi saham Amerika Serikat berdasarkan pengalamannya mengelola aset senilai USD1 juta pada usia muda.

Pakar lain yang turut berpartisipasi adalah Andry Hakim yang akan mengupas teknik analisis fundamental saham di bursa IDX dan NYSE. Selain itu, Douglas Goh dijadwalkan menjelaskan strategi pemilihan saham melalui metode "Stockwise" serta mekanisme pendaftaran perusahaan melalui jalur belakang atau backdoor listing.

Dari sektor aset digital, Chief Commercial Officer Reku sekaligus Ketua Indonesia Blockchain Association, Robby Bun, akan membahas regulasi kripto terbaru. Materi tersebut dirancang untuk membantu investor memanfaatkan teknologi blockchain tanpa terjebak fenomena ketakutan akan ketinggalan tren atau FOMO.

CEO PT Astronacci International, Dr. Gema Goeyardi, juga akan mengisi sesi mengenai analisis pasar menggunakan teknik Astronacci secara konsisten. Para peserta akan diajak mendalami kebijakan pemerintah terkait pertumbuhan modal domestik dan sistem alokasi modal dalam kondisi pasar yang bergejolak.

"Panggilan bagi generasi muda dalam membangun legacy dengan tetap beradaptasi di tengah ketidakpastian dan gejolak finansial," tulis panitia mengenai tema besar penyelenggaraan IFF tahun ini. Sesi privat juga disediakan bagi peserta yang ingin mendapatkan pendalaman strategi finansial secara langsung.

Penyelenggara mengarahkan peminat untuk melakukan pendaftaran melalui kanal digital yang telah disediakan. Program ini diharapkan mendorong peran aktif pemuda dalam membangun struktur keuangan yang berkelanjutan di Indonesia mulai tahun 2026.

Recommended