Manchester United Tundukkan Chelsea Lewat Gol Tunggal di Stamford Bridge

Chelsea menelan kekalahan keempat beruntun setelah takluk 0-1 dari Manchester United. Laga diwarnai aksi kontroversial mantan pemain, Mason Mount.

Chelsea kembali menelan hasil negatif setelah dipaksa menyerah 0-1 oleh Manchester United dalam laga lanjutan Premier League di Stamford Bridge pada Minggu (19/4/2026) dini hari WIB. Hasil ini memperpanjang catatan buruk tim tuan rumah yang mengalami empat kekalahan berturut-turut.

Kekalahan tipis tersebut membuat posisi The Blues semakin tertekan karena gagal mencetak satu gol pun dalam periode empat laga terakhir. Sebaliknya, kemenangan ini menjadi poin krusial bagi Manchester United untuk terus bersaing di papan atas klasemen sementara musim 2025/2026.

Dilansir dari Bola, fokus pertandingan sempat beralih kepada sosok Mason Mount yang masuk sebagai pemain pengganti pada menit ke-81. Mantan gelandang akademi Chelsea tersebut memicu ketegangan setelah kedapatan melakukan gestur membungkam suporter tuan rumah saat merayakan kemenangan timnya.

Aksi Mount memicu reaksi keras dari pendukung tuan rumah di stadion maupun di media sosial yang menganggap tindakan tersebut sebagai provokasi. Sebagian suporter kembali mengungkit kepindahan pemain berusia 27 tahun itu ke Old Trafford pada musim panas 2023 sebagai bentuk pengkhianatan terhadap klub masa kecilnya.

Meski mendapatkan cemoohan sejak masuk menggantikan Matheus Cunha, Mount tampil efisien dengan menyelesaikan sembilan operan akurat selama berada di lapangan. Musim ini Mount telah mencetak tiga gol dan satu assist dalam 21 penampilan bersama Manchester United setelah sempat terhambat masalah cedera.

Kondisi kontras justru dialami Alejandro Garnacho yang kini berseragam Chelsea setelah sebelumnya pindah dari Manchester United. Performa winger asal Argentina itu menuai kritik tajam dari pengamat sepak bola karena dinilai tidak mampu memberikan dampak signifikan bagi lini serang The Blues.

"Dia tidak cukup bagus untuk menjadi starter reguler untuk Chelsea. Manchester United mungkin justru melakukan bisnis yang bagus. Dia seharusnya menjadi pembeda, tapi terlalu sering berlari ke jalan buntu," kata Paul Robinson, mantan penjaga gawang tim nasional Inggris.

Robinson menambahkan bahwa pola permainan Garnacho cenderung satu dimensi dan sering kehilangan momentum saat menguasai bola. Hingga saat ini, manajemen Chelsea belum memberikan pernyataan resmi terkait tren negatif yang menyebabkan gawang mereka kebobolan delapan kali dalam empat pertandingan terakhir.

Recommended