Harga emas Antam kembali menjadi sorotan menjelang akhir pekan. Setelah sempat turun Rp 5.000 pada Kamis (16/4/2026) ke level Rp 2.888.000 per gram, pasar kini menantikan pergerakan emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) pada Jumat, 17 April 2026. Volatilitas yang terjadi beberapa hari terakhir membuat banyak investor dan pembeli emas ritel mempertanyakan: apakah ini waktu yang tepat untuk membeli atau menahan dulu?
Momentum kenaikan emas sebenarnya masih terasa kuat. Dua hari sebelumnya, tepatnya Rabu (15/4/2026), harga emas Antam melesat Rp 30.000 dalam sehari ke posisi Rp 2.893.000 per gram sebuah lonjakan signifikan yang mencerminkan sentimen positif pasar terhadap logam mulia. Namun koreksi tipis keesokan harinya menunjukkan bahwa pergerakan harga masih sangat dinamis dan bergantung pada berbagai faktor, mulai dari kebijakan suku bunga global hingga permintaan domestik.
Yang menarik, rekor tertinggi sepanjang masa (all-time high/ATH) harga emas Antam masih bertengger di level Rp 3.168.000 per gram, tercatat pada 29 Januari 2026. Artinya, harga saat ini masih sekitar Rp 280.000 di bawah puncaknya. Bagi sebagian analis, jarak ini bisa menjadi peluang namun bagi yang lain, ini juga menjadi sinyal kewaspadaan atas potensi koreksi lanjutan.
Proyeksi Pengamat: Dua Skenario yang Perlu Diwaspadai
Pengamat pasar komoditas Ibrahim Assuaibi memberikan gambaran dua skenario pergerakan harga emas Antam untuk Jumat, 17 April 2026.
Skenario Penguatan
Jika sentimen pasar mendukung dan tekanan jual mereda, Ibrahim memproyeksikan harga emas Antam bisa menyentuh resistensi pertama di Rp 2.880.000 per gram. Apabila momentum berlanjut dan permintaan tetap solid, level resistensi kedua berada di Rp 3.100.000 per gram mendekati kembali zona ATH.
Kenaikan menuju Rp 3.100.000 akan menjadi sinyal bullish yang kuat, terutama jika didukung oleh pelemahan dolar AS atau naiknya permintaan emas global sebagai aset safe haven di tengah ketidakpastian ekonomi.
Skenario Koreksi
Namun Ibrahim juga mengingatkan bahwa koreksi tetap mungkin terjadi. Ia memproyeksikan support pertama di Rp 2.840.000 per gram, dan jika tekanan jual menguat, harga bisa turun ke support kedua di Rp 2.780.000 per gram.
"Jika menguat, resisten pertama logam mulia (emas Antam) di Rp 2.880.000 per gram, kemudian seandainya kembali menguat resisten kedua di Rp 3.100.000 per gram," kata Ibrahim dalam keterangannya, dikutip Kamis (16/4/2026).
Level Rp 2.780.000 menjadi angka krusial yang perlu dicermati investor. Jika support ini tembus, bisa terjadi gelombang aksi jual yang lebih dalam.
Harga Buyback Emas Antam Hari Ini
Bagi pemegang emas yang ingin mencairkan investasinya, harga buyback atau pembelian kembali emas Antam pada Kamis (16/4/2026) tercatat stabil di level Rp 2.674.000 per gram. Selisih antara harga jual dan harga buyback saat ini sekitar Rp 214.000 per gram angka yang perlu diperhitungkan dalam kalkulasi untung-rugi investasi emas fisik.
Perlu dicatat, penjualan kembali emas batangan ke Antam dengan nilai lebih dari Rp 10 juta dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) 22 sebesar:
- 1,5% bagi pemegang NPWP
- 3,0% bagi yang tidak memiliki NPWP
PPh 22 atas transaksi buyback dipotong langsung dari total nilai transaksi sesuai Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 34/PMK.10/2017.
Tabel Harga Pecahan Emas Antam (16 April 2026)
Berikut daftar lengkap harga emas batangan Antam berdasarkan pecahan, yang tercatat di laman resmi Logam Mulia pada Kamis, 16 April 2026. Harga belum termasuk pajak pembelian.
| Pecahan | Harga (Rp) |
|---|---|
| 0,5 gram | 1.494.000 |
| 1 gram | 2.888.000 |
| 2 gram | 5.716.000 |
| 3 gram | 8.549.000 |
| 5 gram | 14.215.000 |
| 10 gram | 28.375.000 |
| 25 gram | 70.812.000 |
| 50 gram | 141.545.000 |
| 100 gram | 283.012.000 |
| 250 gram | 707.265.000 |
| 500 gram | 1.414.320.000 |
| 1.000 gram | 2.828.600.000 |
Ketentuan Pajak Pembelian Emas Antam
Setiap pembelian emas batangan Antam juga dikenakan pajak sesuai PMK No. 34/PMK.10/2017:
| Status Pembeli | Besaran PPh 22 |
|---|---|
| Pemegang NPWP | 0,45% dari nilai pembelian |
| Non-NPWP | 0,90% dari nilai pembelian |
Setiap transaksi pembelian emas disertai bukti potong PPh 22 sebagai dokumen resmi perpajakan.
Konteks: Mengapa Emas Antam Masih Menarik di 2026?
Secara fundamental, emas Antam tetap diminati karena beberapa alasan yang relevan di tengah kondisi ekonomi saat ini. Pertama, emas fisik bersertifikat Antam diakui legalitasnya secara nasional dan dilengkapi sertifikat London Bullion Market Association (LBMA), sehingga nilai jualnya diakui di pasar internasional.
Kedua, ketidakpastian ekonomi global mulai dari fluktuasi kurs dolar AS, ketegangan geopolitik, hingga kebijakan bank sentral di berbagai negara mendorong investor untuk mengalokasikan sebagian portofolio ke aset defensif seperti emas. Tren ini turut mendorong harga emas Antam mencapai ATH Rp 3.168.000 pada Januari 2026.
Ketiga, likuiditas emas Antam cukup baik. Dengan adanya fasilitas buyback resmi dari Antam, investor tidak kesulitan mencairkan kepemilikan emasnya kapan pun dibutuhkan meskipun perlu memperhitungkan selisih harga dan pajak yang berlaku.
Tips Memantau Pergerakan Harga Emas Antam
Bagi investor yang aktif memantau emas Antam, ada beberapa hal praktis yang perlu diperhatikan:
Pantau harga harian melalui laman resmi Logam Mulia (logammulia.com) atau aplikasi resmi Antam. Harga diperbarui setiap hari kerja.
Cermati level support dan resistensi yang dipaparkan analis seperti Ibrahim Assuaibi, karena dapat menjadi acuan timing pembelian atau penjualan.
Perhatikan kondisi makro global, terutama pergerakan dolar AS (DXY), kebijakan suku bunga The Fed, dan harga emas spot internasional di pasar COMEX semuanya berpengaruh langsung terhadap harga emas Antam di dalam negeri.
Hitung pajak sejak awal agar kalkulasi keuntungan investasi lebih akurat, baik PPh 22 saat pembelian maupun saat buyback.