Pria Usia 30+ Dominasi Penggunaan PayLater Selama Ramadan 2026

Penggunaan PayLater saat Ramadan 2026 didominasi pria berusia 30 tahun ke atas, mencapai 53% transaksi. Terjadi lonjakan volume 27% dan nilai 26% secara tahunan.

Ramadan 2026 telah mencatat tren menarik dalam perilaku belanja masyarakat, khususnya terkait penggunaan layanan PayLater. Data terbaru menunjukkan adanya pergeseran demografi pengguna, di mana laki-laki berusia 30 tahun ke atas menjadi kelompok yang paling aktif dalam memanfaatkan fasilitas ini.

Kredivo, salah satu penyedia layanan PayLater, mengungkapkan bahwa kaum pria menyumbang sekitar 53% dari total transaksi PayLater selama periode Ramadan, sedikit melampaui perempuan yang mencapai 47%. Fenomena ini menandakan peran laki-laki yang kian dominan dalam pemanfaatan PayLater, sebagaimana dilansir dari Medcom.

Data menunjukkan bahwa kelompok usia 30 tahun ke atas menjadi yang paling sering bertransaksi menggunakan PayLater. Kecenderungan ini dinilai relevan mengingat usia tersebut seringkali diiringi dengan berbagai kebutuhan rumah tangga dan keluarga yang meningkat, termasuk persiapan Lebaran dan mudik.

Puncak penggunaan PayLater justru terjadi pada pertengahan Ramadan, bahkan sebelum Tunjangan Hari Raya (THR) cair. Hal ini mengindikasikan bahwa banyak individu memanfaatkan PayLater sebagai alat bantu untuk mengatur arus kas, memastikan kebutuhan penting terpenuhi tanpa mengganggu keuangan di awal bulan.

PayLater Sebagai Strategi Manajemen Keuangan

Menurut Indina Andamari, SVP Marketing & Communications Kredivo, penggunaan PayLater tidak lagi sekadar tentang kemampuan membayar nanti, melainkan telah berkembang menjadi strategi untuk mengelola ritme pengeluaran. "Kami melihat pengguna cenderung pakai lebih dari sekali dalam sebulan, tapi tetap memilih tenor pendek. Ini menunjukkan bahwa PayLater mulai digunakan sebagai alat bantu untuk mengatur cash flow tetap stabil, terutama di momen sebelum gajian dan THR,” ujarnya.

Selama Ramadan dan Lebaran 2026, volume transaksi PayLater Kredivo mengalami kenaikan sebesar 27% dan nilai transaksi meningkat 26% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Angka ini mencerminkan optimisme konsumsi masyarakat yang tetap terjaga.

Prioritas Belanja Kebutuhan Harian dan Tenor Pendek

Pola transaksi PayLater juga menunjukkan fokus pada kebutuhan sehari-hari. Kategori seperti pulsa, tagihan, e-commerce, groceries, hingga gadget menjadi yang paling sering dibeli. Bahkan, volume transaksi groceries di jaringan ritel modern seperti Alfamart dan Indomaret melonjak drastis hingga 160% dibandingkan Ramadan tahun lalu. Hal ini menegaskan bahwa PayLater beralih fungsi dari konsumsi impulsif menjadi pemenuhan kebutuhan esensial.

Meskipun frekuensi penggunaan PayLater cukup tinggi, rata-rata mencapai 4 hingga 5 kali transaksi per bulan, nominal yang dikeluarkan tetap terjaga di kisaran Rp800 ribu hingga Rp1,5 juta. Pemilihan tenor pendek, terutama satu bulan, menjadi favorit pengguna. Pilihan ini menunjukkan kesadaran masyarakat untuk segera melunasi kewajiban finansial setelah dana tunjangan tersedia, sehingga terhindar dari beban utang jangka panjang.

Waktu Transaksi Paling Ramai dan Literasi Keuangan

Mayoritas transaksi PayLater terjadi antara pukul 12.00 hingga 18.00 WIB. Waktu ini diidentifikasi sebagai periode produktif di mana konsumen cenderung mengecek kebutuhan harian dan melakukan pemesanan. Efisiensi waktu menjadi faktor kunci, memungkinkan masyarakat menyelesaikan urusan rumah tangga tanpa mengganggu aktivitas utama.

Transformasi ini mengindikasikan peningkatan literasi keuangan digital di Indonesia, di mana PayLater mulai dipandang sebagai alat manajemen likuiditas yang efektif jika digunakan secara disiplin. Edukasi mengenai penggunaan kredit yang bertanggung jawab tetap menjadi pilar utama untuk menjaga ekosistem ekonomi digital tetap sehat dan berkelanjutan.

Recommended