Kapasitas produksi pangan nasional dinilai masih kuat di tengah tekanan global dan dinamika perdagangan internasional. Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) melaporkan pada Monthly Update Februari 2026 bahwa sejumlah komoditas strategis justru mengalami surplus.
Kepala Center of Food, Energy, and Sustainable Development INDEF, Abra Talattov, menyatakan masalah distribusi dan tata niaga lebih memengaruhi harga pangan di awal 2026, bukan karena produksi yang terbatas. Hal ini menandakan fondasi suplai pangan nasional relatif aman.
Subsektor peternakan menjadi penopang utama sektor pertanian dengan pertumbuhan 6,72% year-on-year (YoY) pada Triwulan IV-2025, menurut catatan INDEF. Produksi ayam ras pedaging surplus hampir setiap bulan sepanjang 2025, dengan kelebihan pasokan sekitar 13-50 ribu ton. Artinya, produksi domestik melampaui kebutuhan konsumsi nasional.
Abra menilai bahwa surplus ini menunjukkan kapasitas industri perunggasan nasional yang kuat. Dalam situasi oversupply, ia menekankan perlunya kebijakan perdagangan dan pengelolaan pasar yang hati-hati agar tidak menekan harga di tingkat peternak, terutama pelaku skala kecil dan mandiri.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman juga menegaskan ketersediaan pangan nasional aman menjelang Hari Raya Idul Fitri, meskipun ada kekhawatiran terkait dampak konflik Timur Tengah.
"Pangan kita lebih dari cukup. Ingat, pangan yang menjadi sangat inti, pangan kita yang menjadi utama adalah untuk Indonesia karbohidrat dan beras. Komoditas lain seperti telur, ayam, dan jagung juga dalam kondisi aman, dengan opsi substitusi pangan tetap tersedia apabila terjadi gangguan pasokan. Jadi stok pangan inti nasional aman dan pemerintah terus mengawal stabilitas hingga Lebaran," ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (3/3/2026).
Pernyataan Menteri tersebut sejalan dengan analisis INDEF bahwa ketersediaan pangan domestik tetap terjaga dari sisi produksi. Sektor pangan nasional dinilai memiliki fondasi kokoh untuk menopang kebutuhan masyarakat sepanjang 2026 berkat pertumbuhan subsektor peternakan dan surplus ayam ras pedaging.