Pemerintah Luncurkan Program Peningkatan Literasi dan Numerasi Siswa hingga 2029

Pemerintah meluncurkan program nasional peningkatan literasi dan numerasi hingga 2029, menyasar 500 SD dan 1.500 guru, respons atas rendahnya hasil PISA 2022.

Pemerintah Indonesia secara resmi meluncurkan program nasional yang berfokus pada peningkatan literasi dan numerasi siswa. Inisiatif strategis ini, yang akan berlangsung hingga tahun 2029, merupakan hasil kolaborasi lintas sektor yang bertujuan mengatasi rendahnya kemampuan dasar peserta didik di tanah air, seperti dilansir dari Medcom.

Program ini digarap melalui kerja sama multipihak, melibatkan organisasi internasional seperti UNICEF, Tanoto Foundation, dan Bill & Melinda Gates Foundation. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti menegaskan pentingnya upaya ini dalam acara Pencanangan Kolaborasi Multipihak untuk Peningkatan Literasi dan Numerasi Nasional yang diadakan di Jakarta, Kamis, 9 April 2026.

Urgensi program ini sangat tinggi, merujuk pada hasil Programme for International Student Assessment (PISA) tahun 2022. Data tersebut menunjukkan bahwa hanya 25% siswa Indonesia yang mampu mencapai standar literasi membaca, sementara untuk matematika, angkanya bahkan lebih rendah, yaitu 18%.

Abdul Mu'ti menilai kondisi ini sebagai "alarm serius" bagi dunia pendidikan Indonesia. Menurutnya, kemampuan dasar yang lemah akan menjadi penghalang signifikan bagi siswa dalam melanjutkan pembelajaran ke tingkat yang lebih kompleks di masa depan.

"Tanpa keterampilan dasar ini, anak-anak akan menghadapi hambatan dalam mengakses pengetahuan yang lebih kompleks," ujar Mu'ti, menekankan dampak jangka panjang dari masalah ini.

Cakupan dan Target Program

Program peningkatan literasi dan numerasi ini direncanakan akan menjangkau sekitar 500 sekolah dasar di seluruh Indonesia. Selain itu, sebanyak 1.500 guru dan kepala sekolah akan mendapatkan pelatihan khusus untuk meningkatkan kualitas pengajaran mereka di kelas.

Dalam jangka pendek, program ini menargetkan dampak langsung kepada setidaknya 45.000 siswa. Pemerintah berharap cakupan program dapat diperluas secara nasional dalam jangka panjang.

Recommended