Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum mencatatkan kemajuan signifikan pada proyek jalan tol Yogyakarta-Bawen sepanjang 75,12 kilometer per Minggu (26/4/2026). Pengerjaan fisik pada seksi enam kini telah menyentuh angka 96,02 persen untuk memperkuat konektivitas kawasan Joglosemar.
Data capaian pembangunan hingga 31 Maret 2026 menunjukkan bahwa pengerjaan terfokus pada dua titik utama konstruksi. Selain seksi enam yang hampir rampung, pengerjaan pada seksi satu yang menghubungkan Yogyakarta hingga Simpang Susun (SS) Banyurejo telah mencapai 89,80 persen.
Dilansir dari Detik Finance, empat seksi lainnya masih berada dalam tahap pembebasan lahan dengan persentase yang bervariasi. Seksi dua memiliki progres pembebasan lahan tertinggi sebesar 92,42 persen, diikuti oleh seksi tiga yang mencapai 81,34 persen.
Proses pengadaan tanah untuk seksi empat tercatat sebesar 68,22 persen, sementara seksi lima masih berada di angka 26,61 persen. Pihak otoritas terus berupaya mempercepat sengketa dan administrasi lahan agar konstruksi menyeluruh dapat segera dimulai di seluruh koridor.
Secara teknis, tol ini terbagi menjadi enam segmen utama. Rinciannya meliputi Seksi 1 Yogyakarta-SS Banyurejo (8,80 km), Seksi 2 Banyurejo-SS Borobudur (15,20 km), dan Seksi 3 SS Borobudur-SS Magelang sepanjang 8,10 km.
Tiga segmen sisanya terdiri dari Seksi 4 SS Magelang-SS Temanggung (16,65 km), Seksi 5 SS Temanggung-SS Ambarawa (21,39 km), serta Seksi 6 SS Ambarawa-JC Bawen (4,98 km). Infrastruktur ini dirancang untuk mempermudah akses menuju berbagai destinasi wisata unggulan di Jawa Tengah dan Yogyakarta.
| Seksi | Ruas Jalan | Status/Progres Lahan | Progres Konstruksi |
|---|---|---|---|
| Seksi 1 | Yogyakarta – SS Banyurejo | – | 89,80% |
| Seksi 6 | SS Ambarawa – JC Bawen | – | 96,02% |
| Seksi 2 | SS Banyurejo – SS Borobudur | 92,42% | – |
| Seksi 3 | SS Borobudur – SS Magelang | 81,34% | – |
| Seksi 4 | SS Magelang – SS Temanggung | 68,22% | – |
| Seksi 5 | SS Temanggung – SS Ambarawa | 26,61% | – |
Pemanfaatan jalur ini sempat diuji coba secara fungsional pada Seksi 6 untuk mendukung kelancaran arus lalu lintas selama masa libur Lebaran 2026. Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari pemetaan efektivitas jalur sebelum nantinya dioperasikan secara penuh bagi masyarakat umum.