Marian Mihail resmi ditunjuk sebagai pelatih baru PSBS Biak di tengah ketatnya persaingan papan bawah BRI Super League 2025/2026. PSBS kini berada di peringkat ke-15 dengan 18 poin dari 20 laga.
Mihail melihat tantangan ini sebagai peluang, berbeda dengan beberapa tahun lalu saat melatih PSS Sleman. Ia menilai kekuatan tim di Liga Indonesia semakin merata.
Mihail mengungkapkan kesan positifnya terhadap skuad PSBS Biak. Ia melihat potensi besar dalam karakter dan kemauan para pemain, meskipun tim tidak dihuni banyak nama populer.
"Saya menemukan tim yang mungkin bukan tim berkualitas sangat tinggi, tapi tim yang sangat bisa dilatih, tim yang rendah hati, tim yang ingin berkembang, dan saya sangat senang dengan hal itu," kata Mihail.
Mihail yakin dapat menyelamatkan tim dari degradasi dengan kolaborasi bersama staf teknis dan manajemen. Ia juga mengapresiasi kerja sama dengan pelatih interim sebelumnya, Kahudi Wahyu Widodo.
"Tanpa bermaksud melebih-lebihkan saya yakin dengan pemain, staf teknis, dan manajemen, kami akan melakukan yang maksimal untuk menyelamatkan tim dari degradasi," ucapnya.
Kolaborasi dengan Kahudi
Mihail memuji Kahudi yang membantunya mengenal tim dan pemain dengan cepat. Sebelumnya, Kahudi menyoroti masalah konsentrasi tim di menit-menit akhir.
PSBS Biak baru saja menahan imbang Persis Solo 1-1 pada pekan ke-22 BRI Super League di Stadion Manahan, Sabtu (21/2/2026) malam WIB. Gol Luquinhas di menit ke-81 menyelamatkan tim dari kekalahan.
"Saya bekerja sangat baik dengan coach Kahudi. Dia akan menjadi pelatih hebat untuk masa depan sepak bola Indonesia. Dia sangat tertarik dengan inovasi dalam sepak bola dan lebih tenang daripada saya," papar Mihail.