Purbaya Yudhi Sadewa Copot Dua Dirjen Kemenkeu Akibat Misinformasi Kas

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberhentikan dua pejabat eselon I akibat isu penutupan akses investor dan misinformasi saldo kas negara.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengonfirmasi pemberhentian dua pejabat eselon I di lingkungan Kementerian Keuangan pada Jumat, 24 April 2026, menyusul adanya dugaan hambatan komunikasi internal dan penyebaran informasi keliru terkait kondisi keuangan negara.

Pejabat yang diberhentikan dari jabatannya adalah Direktur Jenderal Anggaran Luky Alfirman serta Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal Febrio Nathan Kacaribu. Dilansir dari Detik Finance, langkah perombakan ini dilakukan untuk menjaga kredibilitas institusi bendahara negara.

Purbaya mengungkapkan adanya laporan internal yang menyebut dirinya sebagai sosok tertutup dan tidak menguasai bahasa Inggris. Kondisi tersebut diklaim sempat menghalangi pertemuan Menkeu dengan para investor karena adanya kekhawatiran gangguan stabilitas dari pihak internal sendiri.

"Yang gue agak heran, ada yang saya bilang tadi, informasi yang keluar bahwa Menteri Keuangannya tertutup, nggak bisa bahasa Inggris kali, dan kalau bisa, jangan dibawa ketemu investor karena dia akan mengacaukan katanya," ujar Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan, di Gedung BPPK Jakarta.

Selain masalah komunikasi, pencopotan tersebut dipicu oleh narasi menyesatkan mengenai posisi kas negara sebesar Rp 120 triliun. Informasi yang beredar sebelumnya menyebutkan bahwa saldo tersebut hanya mampu membiayai operasional negara selama dua pekan ke depan.

Menkeu memberikan klarifikasi bahwa dana Rp 120 triliun merupakan Saldo Anggaran Lebih (SAL) yang disimpan di Bank Indonesia. Secara keseluruhan, total dana yang dimiliki mencapai Rp 420 triliun, dengan sisa Rp 300 triliun ditempatkan di perbankan dalam bentuk deposito on call.

Langkah pembersihan internal ini ditegaskan sebagai upaya merapikan manajemen informasi agar tidak meruntuhkan kepercayaan pasar terhadap pemerintah. Purbaya memastikan bahwa kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) saat ini tetap aman dan tercukupi untuk kebutuhan pembangunan.

Pemerintah saat ini telah memindahkan sebagian SAL untuk mendorong aktivitas ekonomi nasional. Purbaya meminta masyarakat tidak perlu merasa khawatir karena ketersediaan dana negara masih dalam posisi yang kuat dan mencukupi.

Recommended