Puskesmas Tayando Ohoiel Raih Penghargaan Inovasi Digital Kesehatan 2026

Puskesmas Tayando Ohoiel di Maluku memenangkan penghargaan Puskesmas Inovatif 2026 atas keberhasilan digitalisasi layanan kesehatan di wilayah terpencil.

Puskesmas Tayando Ohoiel yang terletak di Kecamatan Tayando Tam, Provinsi Maluku, berhasil meraih penghargaan sebagai Puskesmas Inovatif dalam Digitalisasi Layanan Kesehatan pada malam penganugerahan Apresiasi Konektivitas Digital, Jumat (17/4/2026). Penghargaan tersebut diberikan oleh Bakti Komdigi bersama Detikcom di Hotel Sultan sebagai bentuk apresiasi terhadap penguatan literasi digital di daerah.

Keberhasilan ini dicapai meski puskesmas tersebut berada di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) yang sempat mengalami krisis internet sebelum bantuan dari Diskominfo BAKTI AKSI masuk pada Oktober 2024. Dilansir dari Detik iNET, keterbatasan infrastruktur seperti hanya memiliki tiga komputer yang berfungsi normal tidak menghalangi pihak puskesmas untuk melakukan transformasi layanan digital secara mandiri.

Kurangnya anggaran resmi untuk digitalisasi memaksa sejumlah pegawai menggunakan laptop pribadi guna menjalankan tugas administrasi dan dokumentasi poliklinik. Selain masalah perangkat, Puskesmas Tayando Ohoiel juga menghadapi kendala sumber daya manusia karena minimnya petugas khusus rekam medis, sehingga staf yang ada harus belajar secara autodidak melalui internet.

Inovasi utama yang diterapkan mencakup pemanfaatan media sosial Facebook untuk edukasi kesehatan dan penggunaan WhatsApp untuk layanan telekonsultasi serta telemedicine. Melalui platform tersebut, pasien dapat berkonsultasi mengenai layanan poliklinik maupun gawat darurat, serta mendapatkan resep obat yang dapat diambil atau diantarkan langsung ke rumah dalam kondisi darurat.

Implementasi teknologi ini memberikan dampak signifikan dengan peningkatan jumlah pasien dari yang semula hanya 10 orang per hari menjadi rata-rata dua kali lipat, bahkan pernah melayani hingga 100 pasien. Digitalisasi melalui aplikasi Sikda Generik yang terintegrasi dengan Satu Sehat Kementerian Kesehatan juga telah menggantikan sistem pencatatan manual yang sebelumnya tidak efisien.

Puskesmas Tayando Ohoiel melaporkan bahwa edukasi digital melalui Facebook berhasil mengubah perilaku masyarakat, termasuk meningkatkan jumlah ibu hamil yang beralih dari dukun beranak ke layanan persalinan medis. Selain itu, layanan telekonsul membantu warga di wilayah kepulauan tersebut menghemat biaya transportasi laut seperti kapal ferry dan speedboat untuk mendapatkan layanan kesehatan dasar.

Recommended