Investasi besar dilaporkan ditanamkan oleh Eric Trump dan Donald Trump Jr., kedua putra dari mantan Presiden AS Donald Trump, pada sebuah perusahaan pembuat drone otonom. Hal ini berpotensi menjadikan perusahaan tersebut sebagai pemasok kebutuhan militer, terutama di tengah konflik yang meningkat di Timur Tengah.
Keduanya disebut menjadi investor utama dalam rencana penggabungan Powerus, perusahaan drone, dengan Aureus Greenway Holdings Inc. Penggabungan ini bertujuan untuk membawa Powerus melantai di bursa saham melalui merger, sekaligus memperluas bisnis drone yang menargetkan pasar pertahanan Amerika Serikat.
Andrew Fox mendirikan Powerus pada tahun 2025. Perusahaan ini memproduksi drone pengangkut beban berat yang mampu membawa muatan industri hingga 675 kg. Selain itu, Powerus menawarkan jasa mengubah kapal berawak menjadi kapal otonom atau dioperasikan dari jarak jauh.
Menurut Aureus dalam pengajuan merger ke SEC, badan pengawas pasar modal AS, Fox diharapkan akan menjabat sebagai kepala eksekutif dan ketua perusahaan gabungan tersebut.
Dominari Securities ditunjuk oleh Aureus untuk membantu mengumpulkan dana sekitar US$ 9 juta (Rp 151,8 miliar, dengan kurs Rp 16.867/dolar AS) sehubungan dengan rencana merger ini.
Keterlibatan kedua putra Trump muncul dalam hal ini, di mana mereka disebut ikut mencari keuntungan dari bisnis drone. Eric dan Donald Jr. diketahui memiliki saham sekitar 6% di Dominari, perusahaan pialang.
Langkah ini menuai sorotan publik karena dilakukan di tengah konflik geopolitik yang meningkat, termasuk ketegangan perang yang melibatkan AS, Israel, dan Iran. Selama masa jabatan kedua Trump, aktivitas bisnis keluarga mereka meluas dari hotel dan lapangan golf ke industri lain, termasuk kripto, energi, dan jasa keuangan.
Trump Media & Technology Group, perusahaan induk dari platform Truth Social milik Trump, mengumumkan merger senilai US$ 6 miliar dengan perusahaan teknologi energi fusi pada akhir tahun lalu. Mereka setuju untuk memberikan perusahaan tersebut US$ 300 juta secara tunai untuk pengembangan teknologi baru.
Pada Februari lalu, Wall Street Journal melaporkan bahwa anggota keluarga kerajaan Emirat menginvestasikan US$ 500 juta ke perusahaan mata uang kripto keluarga Trump.
Tak lama setelah itu, Trump mengumumkan bahwa Uni Emirat Arab akan mencabut kontrol ekspor dan memberikan akses ke 500.000 chip AI canggih dari Nvidia.
Saat ini, kedua anaknya ikut memasuki bisnis teknologi drone, yang menjadi prioritas pengadaan utama bagi Pentagon dan banyak digunakan di Ukraina. Di sana, sistem pertahanan udara yang padat di dekat garis depan membatasi penggunaan pesawat konvensional.
Meningkatnya ketergantungan militer AS pada teknologi ini menarik pendanaan signifikan dari Silicon Valley ke perusahaan rintisan drone dan kecerdasan buatan militer. Hal ini secara langsung meningkatkan valuasi perusahaan-perusahaan AS seperti Anduril Industries dan Shield AI.