Putri Kusuma Wardani Melaju ke Perempat Final All England 2026, Jonatan Christie Tersingkir

Putri Kusuma Wardani lolos ke perempat final All England 2026 setelah kalahkan Kim Ga-eun, sementara Jonatan Christie tersingkir oleh Lin Chun-Yi.

Dua atlet tunggal Indonesia menunjukkan hasil yang berbeda dalam pertandingan terbaru di turnamen All England 2026. Putri Kusuma Wardani berhasil mengamankan tempat di babak perempat final, sementara rekan senegaranya, Jonatan Christie, harus mengakhiri perjalanannya lebih awal setelah takluk dari lawannya, seperti dilansir dari Bola.

Putri Kusuma Wardani, yang menempati posisi unggulan keenam, sukses menyingkirkan Kim Ga-eun dari Korea Selatan. Putri memenangkan pertandingan tersebut dalam dua gim langsung dengan skor 25-23 dan 21-15.

Meski merasa puas dengan penampilannya, Putri mengakui adanya tantangan fisik selama pertandingan. "Untuk keseluruhan saya cukup puas dengan main hari ini. Tapi karena di pertandingan pertama hanya bermain sampai 11 poin, tadi masih agak sedikit engap," ujarnya.

Putri juga memuji permainan Kim Ga-eun yang dinilai tangguh dan tidak mudah dikalahkan. Selanjutnya, Putri berpeluang besar untuk menghadapi unggulan utama Korea Selatan, An Se-young. Menghadapi potensi lawan yang kuat ini, Putri menyatakan kesiapannya untuk bermain tanpa beban.

"Kalau bertemu An Se Young saya ingin bermain nothing to lose. Saya juga penasaran karena sudah sering bertemu tapi baru bisa mengambil satu gim," ungkapnya. Putri menekankan pentingnya tidak menyerah sebelum shuttlecock menyentuh lapangan.

Selain itu, Putri mengungkapkan kegembiraannya dapat kembali bertanding di turnamen prestisius tersebut dengan kehadiran penonton yang meriah. "Senang bisa kembali ke All England. Penontonnya ramai sejak hari pertama jadi rasanya berbeda,” tambahnya.

Berbeda dengan Putri, Jonatan Christie harus mengakui keunggulan pebulutangkis asal Chinese Taipei, Lin Chun-Yi. Jonatan kalah dalam dua gim langsung dengan skor 19-21 dan 12-21.

Lin Chun-Yi menunjukkan performa yang agresif dan mampu mempertahankan tempo permainan sepanjang pertandingan. Jonatan pun mengakui keunggulan lawannya. "Puji Tuhan tetap bersyukur walau hasil akhirnya belum sesuai dengan harapan. Saya rasa sudah melakukan yang terbaik. Lin Chun-Yi bermain sangat baik hari ini," kata Jonatan.

Jonatan menambahkan bahwa ia mengalami sedikit kesulitan dalam menerapkan strateginya. Ia menilai Lin Chun-Yi bermain jauh lebih cepat dan memiliki variasi pukulan yang sulit diantisipasi. "Dia juga tidak gampang dimatikan. Mungkin dari situ saya jadi kurang tenang dan kurang sabar,” jelasnya.

Recommended